KUDUS (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Kudus tengah mematangkan rencana pembangunan Gedung Kudus Sehat di lahan bekas Matahari Extension Mall. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan besar RSUD dr. Loekmono Hadi dan digadang-gadang sebagai tonggak baru layanan kesehatan modern di Kota Kretek.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa proyek tersebut saat ini memasuki tahap revisi Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan teknis sebelum konstruksi dimulai.
“Targetnya akhir bulan ini sudah bisa tayang (lelang, red),” kata Sam’ani usai meresmikan Gedung IGD Terpadu, Gedung PONEK, dan Gedung Fressia RSUD dr. Loekmono Hadi, Rabu (11/2/2026).
Anggaran Rp99,6 Miliar dari BLUD
Pembangunan Gedung Kudus Sehat diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp99,6 miliar yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Loekmono Hadi. Proyek ini telah masuk dalam daftar proyek strategis daerah, sehingga menjadi prioritas pengembangan infrastruktur kesehatan di Kabupaten Kudus.
Konsep bangunan yang disiapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas medis bertingkat, tetapi juga terintegrasi dengan area komersial. Pada sisi selatan direncanakan terdapat pusat perbelanjaan, sementara di sisi utara akan berdiri gedung rumah sakit modern lengkap dengan fasilitas restoran dan hotel di lantai atas.
“Semua dikelola oleh RSUD, termasuk pembiayaannya. Kami berharap bisa segera terealisasi,” tambah Sam’ani.
Disiapkan Jadi RS Berstandar Internasional
Rencana pemanfaatan lahan eks Matahari Extension Mall sebagai fasilitas kesehatan sebenarnya telah disusun sejak 2025. Kehadiran Gedung Kudus Sehat diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat sekaligus mendorong RSUD dr. Loekmono Hadi naik kelas menjadi rumah sakit berstandar internasional.













