blank
Unit usaha peternakan koperasi Merah Putih Kunden Blora tebar 60 Ribu Ikan Lele. Selasa 10 Februari 2026. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) — Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora sudah mempunyai unit usaha peternakan berupa ternak ikan lele sistem kolam bioflok, walaupun belum memiliki gedung,.

Unit usaha peternakan berada di Jalan Agil Kusumadya Gang II Kelurahan Kunden, diresmikan oleh Bupati Blora, Selasa 10 Februari 2026. Peresmian ditandai dengan pelepasan benih ikan lele, bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Forkopimda Blora, Dinas Teknis dan pengelola KKMP Kelurahan Kunden.

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti menyampaikan bahwa unit usaha peternakan ikan lele ini merupakan bantuan program budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati, dan Pak Lurah Kunden yang telah membantu kami sehingga KKMP Kunden bisa menerima bantuan peternakan budidaya lele dengan sistem bioflok ini,” ujar Rohmah Yuli Fridayanti.

Pembangunan dilaksanakan, lanjut Rohmah Yuli Fridayanti, sejak akhir 2025 lalu. Semuanya dibiayai KKP, mulai dari pendirian dan pembuatan kolam, pelatihan SDM, hingga bibitnya, hingga siap dioperasikan hari ini.

“Mohon doanya semoga kami bisa menjalankan budidaya lele ini dengan baik, dan bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden, serta memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Ketua KKMP Kunden.

Rohmah Yuli Fridayanti meminta bantuan Bupati Blora agar proses perizinan pembangunan gedung KKMP Kunden bisa ikut dikawal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, karena lahan yang digunakan merupakan asset dibawah naungan Kemenpora RI.

“Kendala pembangunan gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden belum selesai dibangun,” jelas Ketua KKMP Kunden.

4 Lokasi Budidaya Ikan Lele

Semenrara itu, Perwakilan dari Balai Perikanan Jepara, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Bayu Romadhona menyampaikan bahwa Kabupaten Blora menerima bantuan perikanan lele sistem bioflok paling banyak sewilayah eks Karesidenan Pati.

“Ada empat lokasi yang disetujui Pusat. Entah doa apa yang dipanjatkan Pak Bupati dan jajaran sehingga Blora disetujui di empat lokasi. Yang pertama di Kunden (Blora) ini, kemudian Kentong (Cepu), Kamolan (Blora), dan Sambongrejo (Sambong). Ternyata potensi di Kabupaten Blora ini luar biasa dan harus dikawal dengan baik,” kata Bayu Romadhona.

Bayu Romadhona menekankan bahwa kunci sukses dari budidaya ikan adalah air, bukan ikannya. Dan Kabupaten Blora ini memiliki karakteristik air yang khas sehingga harus diberikan perlakuan khusus terlebih dahulu agar ikan bisa tumbuh dengan baik.

“Ibarat jika pertanian kunci suksesnya kesuburan tanah, maka jika perikanan maka kuncinya adalah airnya yang menjadi media hidup ikan. Jika airnya sehat dan baik, maka ikan akan tumbuh dengan baik. Jika ikan tidak mau makan, jangan salahkan ikannya, harus dikoreksi kondisi airnya,” ucap Bayu Romadhona.

Lebih lanjut, Bayu Romadhona menyampaikan bahwa paket bantuan budidaya ikan tematik dari KKP ini untuk satu lokasi budidaya terdiri dari 24 kolam bak bioflok bulat, masing-masing diameter 4 meter. Ditambah sarana aerasi, sarana listrik, jaringan air, plus lantai dan atap peneduh kolam.

“Termasuk benihnya sebanyak 60 ribu ekor juga ada dari KKP, peralatan untuk perawatan kualitas airnya juga ada meskipun sederhana. Semuanya lengkap, dan tenaganya diikutkan bimtek di Banyuwangi. Sehingga diharapkan, budidaya ini tidak hanya membawa nama baik KKMP Kunden saja, namun juga membawa nama baik Blora. Program ini jangan sampai gagal agar Pak Bupati tidak malu saat ditanya KKP di Jakarta,” ungkap Bayu Romadhona.

3M Ternak Ikan Lele

Bayu Romadhona mengatakan agar budidaya ikan lele ini bisa berkembang dan berhasil, ia menekankan agar pengelola menerapkan 3M untuk keberlanjutan pengembangan peternakan ke depannya, yakni manajemen air, manajemen pakan, dan manajemen sortir. Apalagi SDM-nya sudah dilatih bersama di Banyuwangi.

“Kami berharap ini bisa menjadi contoh budidaya yang mandiri dan ramah lingkungan, sedangkan nilai bantuan budidaya ikan lele ini, anggarannya sekitar Rp 600 jutaan dari KKP RI untuk satu lokasi budidaya ikan lele, yang bersumber dari APBN 2025,” tandas Bayu Romadhona.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri KKP RI yang telah memberikan program bantuan budidaya ikan lele.

“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri KKP yang telah memberikan empat lokasi budidaya lele sistem bioflok. Semoga nanti terus berkembang dan bisa dimanfaatkan hasilnya untuk men-support pemenuhan kebutuhan MBG. Kita berharap tidak hanya 4 titik yang sudah ada, nanti coba akan kita ajukan untuk wilayah Kecamatan lain model usaha seperti ini. Kemarin saya sudah meresmian usaha ayam petelur di Banjarejo, ini giliran lele. Tentunya kalau cocok akan terus kita kembangkan ke desa-desa yang berpotensi budidaya lele,” ungkap Bupati Blora.

Terkait lahan untuk pembangunan gedung KKMP Kunden ini, nanti akan dirapatkan kembali bersama dengan pihak pihak terkait. Memang di Blora ini ada beberapa KKMP dan KDMP yang lahannya belum clear.

“Ada yang memakai tanah dibawah kelola Kementerian maupun aset BUMN seperti Perhutani maupun Pertamina. Sehingga akan kita koordinasikan lebih lanjut agar bisa bersama-sama mendukung KKMP dan KDMP program Bapak Presiden,” imbuh Bupati Blora.

Kudnadi Saputro