blank
Para relawan dari Tim SAR Kabupaten Wonogiri, saat melakukan evakuasi mayat mengapung di perairan Sungai Bengawan Solo, tepatnya di timur Dusun Seneng, Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.(Dok.SAR Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Polisi, berhasil mengungkap identitas mayat yang mengapung di Sungai Bengawan Solo. Korban yang dievakuasi Selasa siang (10/2/26), dikenali bernama Suprianto (45), warga Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Korban, yang diperkirakan telah tiga hari meninggal karena tenggelam di Sungai Bengawan Solo tersebut, adalah salah seorang penghuni Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) ‘Esti Tomo’ di Mojoroto, Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Lokasi penemuan mayat berada sekitar 3 Kilometer (KM) arah hilir dari RPSDM.

Diperkirakan, korban yang lebih dulu tenggelam karena tidak dapat berenang, kemudian terseret arus Sungai Bengawan Solo ke arah hilir. Sebelum kemudian mayatnya mengapung dan dilihat oleh pemancing ikan bernama Gino dan Sardi warga Dusun Seneng, Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Polisi yang melakukan koordinasi dengan pihak pengelola RPSDM, mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan telah pergi tanpa pamit sejak hari Minggu (8/2/26) lalu. Selasa siang (10/2/26), mayatnya mengapung di Sungai Bengawan Solo sisi timur laut Alas (hutan) Ketu. Tepatnya di perairan Dusun Seneng RT 3/RW 6, Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, jenazah korban setelah berhasil dievakuasi dari perairan sungai, kemudian dibawa ke RSUD Dokter Soediran Mangunn Sumarso Kabupaten Wonogiri, untuk dilakukan pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dan dinyatakan korban meninggal diduga karena tenggelam.

Water Rescue

Ketua Search And Rescue (SAR) Kabupaten Wonogiri AKP Setiyono, menyatakan, telah dilakukan operasi water rescue untuk mengevakuasi mayat korban. Terkait ini, SAR Kabupaten Wonogiri menerjunkan 7 relawan terdiri atas AM Wisnu, Agus Setiawan, Purwanto Sendang, Eko Susanto, Purwanto Jatirejo, Faris K dan Suryono.

Mereka bertujuh berangkat dari Mako SAR Pukul 13.50 langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Tindakan mengevakuasi korban, dilakukan bersama para personel dari Polsek Wonogiri Kota, dari Samapta, Tim Identifikasi serta Inafis Polres Wonogiri. Juga melibatkan aparat siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, serta tenaga medis dari Puskesmas Wonogiri-2.

Begitu mayat korban berhasil diangkat dari perairan sungai, kemudian diwadah dalam kantong mayat untuk dikirimkan ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Korban berhasil diidentifikasi sebagai pria kelahiran Surabaya Tanggal 9 Desember 1980, dan merupakan warga Dusun Jrakah RT 3/RW 1, Desa Golo, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dipimpin Dokter Paramita Riski S, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan disimpulkan korban meninggal karena tenggelam. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Karena itu, setelah selesai pemeriksaan, jenazah korban kemudian dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Golo, Kecamatan Puhpelem (sekitar 70 Kilometer arah timur laut dari Ibukota Kabupaten Wonogiri).(Bambang Pur)