YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo memastikan kesiapan pelayanan air bersih bagi seluruh pelanggan.
Langkah antisipasi dilakukan menyusul potensi peningkatan konsumsi air yang biasanya terjadi selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo, Nur Azis, mengatakan bahwa setiap memasuki ramadan, kebutuhan air masyarakat cenderung meningkat signifikan. Karena aktivitas rumah tangga yang bertambah serta arus mudik keluarga dari luar daerah.
“Pengalaman kami, selama bulan Ramadan sampai menjelang Lebaran, pemakaian air bisa meningkat cukup tinggi. Dari kondisi normal, kenaikannya bisa mencapai 30 hingga 50 persen,” ujar Azis.
Hal itu dia sampai usai menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 dan pelantikan pengurus KJW di Hotel Horison Emerald Timoho Yogyakarta, Senin (9/2/2026) malam.
Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Wonosobo melayani sekitar 113 ribu sambungan rumah (SR) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Wonosobo.
Guna memastikan pelayanan tetap stabil, Perumda Air Minum Tirta Aji telah menyiapkan sejumlah mata air cadangan yang akan dioperasikan apabila terjadi lonjakan pemakaian secara drastis.
Mata Air Cadangan
“Kami memiliki beberapa mata air cadangan yang selama kondisi normal tidak kami gunakan. Namun ketika terjadi peningkatan konsumsi yang ekstrem atau kondisi darurat, sumber-sumber tersebut siap kami operasikan,” jelasnya.
Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo juga menyiagakan pompa utama dari Mangkli sebagai suplai tambahan, khususnya untuk menopang distribusi air ke wilayah Kota Wonosobo apabila diperlukan.
“Pompa dari Mangkli akan kami operasikan dalam kondisi urgent, untuk menjaga tekanan dan kontinuitas pelayanan air kepada pelanggan,” tambah Fahrudin.
Dia menegaskan, seluruh langkah teknis tersebut merupakan bentuk komitmen PDAM Wonosobo dalam menjaga kualitas layanan air bersih selama ramadan hingga Idul Fitri.
Hal itu dilakukan agar masyarakat pelanggan PDAM dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu persoalan air.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan PDAM selama ramadan dan lebaran tetap lancar dan tidak menimbulkan keluhan di masyarakat,” pungkasnya.
Muharno Zarka













