blank
Presiden RI Ke-6 SBY (ketiga dari kanan), naik panggung duet bersama dengan putra-putri keturunan personel Koes Plus. Mereka terdiri atas Sari Koeswoyo, Damon Tonny Koeswoyo, Kenny Tonny Koeswoyo, Gerry Yon Koeswoyo dan Rico Murry.(Dok.Porkopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Presiden Republik Indonesia (RI) Ke-6, Susilo Bambang Yudoyono (SBY), semalam, menghadirkan putra-putri sang legenda dalam gelaran konser musik Tribute to Koes Plus. Konser musik ini, sebagai bentuk persembahan untuk band legenda Koes Plus. Event yang menjadi bagian dari wisata budaya ini, digelar di Museum dan Galeri Seni SBY*Ani, Pacitan, Jawa Timur.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, event musik panggung yang berlangsung meriah tersebut, dikemas dengan tajuk Live Concert Museum dan Galeri SBY*Ani Tribute to Koes Plus. Konser ini, dibuka dengan penampilan band lokal Pacitan Neo Jibles. Yang membawakan lagu-lagu ciptaan Koes bersaudara, dengan mendapatkan sambutan hangat massa penonton yang memenuhi halaman Museum.

Suasana konser menjadi tambah meriah, saat bintang tamu Tomsel Band naik pentas. Yakni dengan menghadirkan langsung putra-putri keturunan personel Koes Plus. Mereka terdiri atas Sari Koeswoyo, Damon Tonny Koeswoyo, Kenny Tonny Koeswoyo, Gerry Yon Koeswoyo dan Rico Murry.

Duet sang penggagas acara, SBY, bersama anak-anak dari keluarga besar Koes Plus, semakin menambah hangat suasana. Ada 33 lagu karya Koes Plus yang melegenda, dinyanyikan secara bergantian pada malam tersebut. Ini mampu menyihir massa penonton, yang kerasan (nyaman tidak ingin beranjak), saat menyaksikan event musik tersebut sampai paripurna.

Dalam sambutan singkatnya, SBY, mengatakan, Tribute to Koes Plus ini, merupakan wujud terima kasih serta apresiasi terhadap karya – karya Koes Plus. Yang karya-karya musiknya, telah menjadi warna di blantika musik di Tanah Air.

Ikut hadir menyaksikan Tribute to Koes Plus, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati (Wabup) Gagarin Sumrambah bersama jajaran Forkopimda. Sejumlah tamu undangan dari luar Pacitan, juga nampak hadir beserta para seniman, penggemar Koes Plus (Koes Plus Mania) serta masyarakat.

Pop Indonesia

Untuk diketahui, Band Tribute adalah grup musik yang secara khusus fokus meniru penampilan artis atau band tertentu. Yang dengan perhatian cermat terhadap detail dalam hal kostum, penampilan di panggung, bersama gaya penampilan musiknya.

Sementara itu, Koes Plus adalah sebuah grup band yang dibentuk Tahun 1969, dan berkembang menjadi musik yang legendaris di Tanah Air. Grup musik ini, dikenal luas sebagai salah satu pelopor lagu-lagu bergenre pop dan rock and roll di Indonesia, Eksistensinya, menjadi salah satu grup musik yang paling produktif dan paling lama berdiri.

Grup musik ini sempat meraih popularitas tinggi selama Tahun 1970-an, tetapi popularitasnya sempat menurun sejak meninggalnya personel utamanya, Koestono atau Tonny Koeswoyo pada Tahun 1987. Meski begitu, Koes Plus tetap eksis dan aktif merilis album-album baru, serta mengadakan berbagai konser, walau sering berganti-ganti formasi awak musiknya. Grup musik ini, juga sesekali masih tampil di beberapa kesempatan pasca reformasi sampai meninggalnya vokalis utamanya, Koesyono atau Yon Koeswoyo, pada Januari Tahun 2018.
Lagu-lagu Koes Plus, dikenal memiliki lirik sederhana, repetitif dan dengan iringan melodi yang catchy. Ini membuat sangat mudah dihafal oleh berbagai generasi. Mudah dihafal atau mudah diingat, sering disebut sebagai memorable atau easty to remember. Kata memorable, menekankan bahwa sesuatu itu berkesan dan mudah diingat, sedangkan easy to remember lebih literal. Menjadi nanyian yang Unforgettable (mustahil dilupakan) karena sangat berkesan.
Beberapa lagu Koes Plus yang easy to learn dengan lirik paling mudah diingat, antara lain nyanyia Bis Sekolah, Andai Kau Datang, kolam Susu, Bujangan, Diana dan lain-lain. Koes Plus juga memiliki beberapa lagu berbahasa Jawa yang populer dalam album “Pop Jawa”, seperti nyanyia Pring Gading, Tul Jaenak dan Kebo Ijo. Lagu-lagu ini, khas dengan lirik bernuansa nasihat, kehidupan sehari-hari, dengan gaya pop-Jawa yang khas. Termasuk nyanyian Nyai Inda Indo dan Keripik Tempe.(Bambang Pur)