blank
Gedung Puskesmas-2 Jatisrono di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ambrol plafon eternit langit-langitnya, karena digoyang gempa.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dampak gempa bumi Jumat dinihari (6/2/26), setidak-tidaknya telah menimbulkan kerusakan bangunan di 23 lokasi yang tersebar di 8 wilayah kecamatan. Laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam bencana gempa bumi yang menggoyang kuat Bumi Wonogiri, dan membuat panik masyarakat tersebut.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), menyebutkan, pusat gempa tektonik Magnitudo 6,4 SR itu, terjadi di kedalaman 10 Klometer (KM) sekitar 90 KM tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kejadiannya berlangsung Jumat dinihari (6/2/26) Pukul 01.06. Lokasi Episenter: 8.99 derajat LS, 111.18 derajat BT, tidak berpotensi tsunami.

Getaran gempa sangat terasa menggoyang bumi Wonogiri. Kaca jendela dan pintu rumah berderit-derit, gantungan lampu bergoyang, pintu almari ada yang membuka sendiri. Perkakas dapur saling berdenting karena bersenggolan oleh goyangan gempa. Ini membuat masyarakat kaget dan terbangun dari kenyenyakan tidurnya. Sebagian besar panik, bergegas ke luar rumah untuk menyelematkan diri. Kentong pun dipukul bertalu-talu, sebagai isyarat untuk waspada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, Jumat (6/2/26), menyatakan, sejauh ini masih dilakukan pendataan mengenai dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Upaya penanganan, telah dilakukan dengan menjalin koordinasi bersama TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa/Kelurahan. Juga melibatkan para Relawan Penanggulangan Bencana.

Berkaitan ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan. Juga dianjurkan untuk senantiasa mengikuti informasi dari sumber resmi, yakni dari BMKG dan dari BPBD. Gempa semalam, getarannya cukup kuat dengan skala-III MMI.

Guncangan

Gempa skala-III MMI (
Modified Mercalli Intensity) adalah getaran yang dirasakan di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk lewat. Dirasakan jelas oleh orang yang berada di dalam rumah, termasuk rumah bertingkat. Getaran ini, menimbulkan guncangan yang cukup terasa.

Laporan sementara, dampak kerusakan yang telah terdata, mencakup kerusakan setidak-tidaknya pada 23 bangunan di 8 dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonogiri. Delapan wilayah kecamatan yang terdampak, terdiri atas Kecamatan Tirtomoyo, Giritontro, Jatiroto, Jatipurno, Giriwoyo, Sidoharjo, Jatisrono dan Kecamatan Selogiri.

blank
Dampak dari kuatnya goncangan gempa, telah merusak gedung Kantor DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Jawa Tengah, yang rontok genting-gentingnya dan ambrol langit-langit plafon eternitnya.(Dok.Ist)

Di Kecamatan Tirtomoyo, kerusakan terjadi di 5 lokasi. Meliputi kerusakan rumah milik Ny Tutik dan Ny Giyatmi, berikut kerusakan 2 bangunan SD Negeri di Desa Dlepih dan Desa Hargantoro, serta kerusakan pada Makoramil-07 Tirtomoyo.

Di Kecamatan Giritontro, merusak rumah penduduk dan tempat ibadah, terdiri atas rumah milik Ny Sutarmi dan Ny Pratiwi serta Masjid Surogalih. Di Kecamatan Jatiroto, kerusakan terjadi di 6 lokasi. Yakni rumah milik Trimo, Triyono, Tetokromo dan rumah warga di Desa Cangkring. Juga merusak Kantor Desa Sugihan dan Gedung Balai Pertemuan.

Ambrol

Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, Jumat (6/2/26), menyatakan, di Kecamatan Jatisrono berdampak merusak Gedung Puskesmas-2 Jatisrono. Plafon eternit langit-langit di ruang tunggu, teras dan mushola runtuh ambrol.

Di Kecamatan Jatipurno, merusak rumah Nardi di Dusun Dukunan, Desa Giriyoso. Di Kecamatan Giriwoyo, merusak 5 rumah penduduk, terdiri atas rumah milik Tugimin, Samijan, Sokiman, Sukirno dan rumah milik Hari.

Di Kecamatan Sidoharjo, merusak bangunan teras rumah milik Ny Sri Rahayu. Di Kecamatan Selogiri, merusak Gedung Kantor DPC PDI Perjuangan yang terletak di depan Pompa Bensin Brumbung di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Mayoritas kerusakan pada bagian atap, ditandai dengan genting-genting yang melorot, dan runtuhnya plafon eternit langit-langit. Ada sebagian yang membuat retak pada dinding tembok, sebagaimana terjadi di Makoramil-07 Tirtomoyo dan rumah Nardi di Giriyoso, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.(Bambang Pur