WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Jateng Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo melantik sejumlah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Wonosobo periode 2026-2030 di Kantor MWC NU setempat, Minggu (1/2/2026).
Pelantikan PRNU secara serentak di wilayah Kecamatan Wonosobo tersebut merupakan hasil dari Musyawarah Ranting NU yang digelar di masing-masing PRNU pada waktu sebelumnya.
Setelah dilakukan prosesi pelantikan, masing-masing Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting NU menerima SK PRNU dari Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Kiai Muhtar Masnun.
Ketua MWC NU Kecamatan Wonosobo Kiai Muhtar Masnun mengatakan pelantikan Pengurus Ranting NU adalah acara penting dalam struktur organisasi NU di tingkat desa atau ranting. Mereka merupakan ujung tombak organisasi di tingkat bawah.
“Pelantikan PR NU ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi NU di tingkat bawah dan
meningkatkan peran NU dalam masyarakat. Selain itu, juga untuk menjaga akidah, tradisi NU, dan persatuan umat Islam di masyarakat,” katanya.
Melalui prosesi pelantikan PRNU tersebut Kiai Muhtar meminta setiap pengurus di Ranting NU untuk bisa menjaga agama dengan terus mengamalkan tradisi NU. NU itu organisasi yang besar, maka kegiatan NU ditingkat bawah harus bisa berjalan dengan baik.
Peran Penting

“Ranting NU juga harus dapat mensiasati kehidupan dunia dengan kecakapan dan ketanggapan menghadapi perubahan zaman. Memikul tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan harus diemban dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Kiai Muhtar, pengurus Ranting NU harus bisa berperan sebagai pelayan masyarakat, khususnya warga NU di tingkat Desa atau Kelurahan. Mampu menggerakkan kegiatan ke-NU-an di tengah-tengah masyarakat.
“Mereka juga punya tugas meningkatkan kesadaran umat Islam di desa atau kelurahan tentang pentingnya menjalankan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). NU merupakan organisasi besar yang ada di negeri ini,” ujarnya.
Pengurus Ranting NU, lanjutnya, haus dapat mengorganisir kegiatan keagamaan seperti pengajian, tabligh akbar dan kegiatan lainnya. Berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang bermanfaat.
“Pengurus Ranting NU dapat mengelola lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan. Mengembangkan ekonomi syariah di tingkat desa atau kelurahan. Artinya semua bidang, seperti pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi dan sosial bisa menjadi wilayah garapan Ranting NU, ” tutur dia.
Setiap Pengurus Ranting NU, tambahnya, musti dapat mengorganisir kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bantuan bencana dan kegiatan lainnya. Ranting NU memiliki peran penting dalam membangun dan mengembangkan masyarakat yang religius dan sejahtera.
Muharno Zarka













