SEMARANG (SUARABARU.ID) – Menghadapi dinamika tahun 2026, Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang mulai memetakan langkah strategis untuk menjadi pionir wilayah mandiri di Kota Semarang.
Wahyu Puji Widodo, S.H., M.H., selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) memimpin langsung rombongan pengurus dan tokoh masyarakat dalam agenda studi strategis ke Yogyakarta dan Magelang, Sabtu (31/1/2026).
Langkah ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan upaya akselerasi penyusunan program kerja 2026-2030 yang berfokus pada empat pilar utama, yakni UMKM Naik Kelas, Integrasi Wisata Lokal, Penguatan Ekonomi Rakyat, dan Digitalisasi Layanan.
Sentuhan Humanis & Integritas Hukum
Sebagai sosok yang dikenal sebagai Advokat dan Konsultan Hukum kawakan di bidang Sumber Daya Alam (SDA) serta Sumber Daya Manusia (SDM), pria yang akrab disapa Om Wahyu ini membawa perspektif baru dalam pengelolaan lembaga kemasyarakatan.
”Pemberdayaan masyarakat bukan hanya soal bantuan fisik, tapi soal kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pelaku usaha kecil,” ujar Wahyu.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang humanis, di mana setiap warga merasa aman secara hukum dan berdaya secara ekonomi,” katanya.
Menuju Semarang Semakin Hebat
Program kerja yang dicanangkan Wahyu ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan global.
Dengan latar belakang sebagai Legal Corporate, ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi (LPMK) yang transparan dan profesional.
Ia juga menyampaikan prioritas program LPMK Karanganyar Gunung 2026-2030:
1. Literasi Digital & UMKM: Digitalisasi pemasaran produk warga untuk menembus pasar nasional.
2. Ketertiban & Sadar Hukum: Edukasi hukum bagi warga guna menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif.
3. Optimalisasi SDM: Pelatihan skill adaptif bagi pemuda untuk menekan angka pengangguran.
4. Wisata Berbasis Lingkungan: Pengembangan potensi lokal dengan prinsip keberlanjutan.
Komitmen Jangka Panjang
Kepemimpinan Wahyu di LPMK diharapkan menjadi jembatan (hubungan) antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil akar rumput. Dengan memadukan analisis akademis dan implementasi lapangan, ia optimis Karanganyar Gunung akan menjadi barometer kelurahan yang siap menghadapi era disrupsi.
”Tugas kami di 2026 adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam arus digitalisasi. Kita harus siap, kita harus hebat,” tandasnya.
Ning S













