blank
Bersamaan dengan peresmian reopening Rumah BUMN, Bupati Setyo Sukarno dan Sekda FX Pranata (kedua dan ketiga dari kiri) mengamati komoditas kopi yang ikut dijajakan sebagai bagian salah satu produk unggulan UMKM.(Dok.Prokopim Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Karena di lokasi lama dirasa bagai mengalami nasib terasa seperti mati suri, maka Rumah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Wonogiri dipindah ke lantai dua Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji Wonogiri. Harapannya, di lokasi baru yang berada di tempat strategis Kota Wonogiri, akan ramai dikunjungi masyarakat.

Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, Rumah BUMN ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan para pengusaha ekonomi kreatif di Wonogiri. Untuk diketahui, Rumah BUMN Wonogiri sebelumnya berada di wilayah Kecamatan Ngadirojo (sekitar 7 Kilometer arah timur Kota Wonogiri). Yang lokasinya jauh dari area perkotaan, sehingga bernasib seperti terasa mati suri, karena sepi dengan aktivitas UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Rumah BUMN adalah wadah inisiatif Kementerian BUMN dan BUMN, untuk memberdayakan UMKM. Ini dilakukan melalui upaya pengembangan, digitalisasi, pelatihan, sof skill dan hard skill. Juga mengenai akses pemasaran, serta koneksi untuk membantu UMKM naik kelas dan berkembag menjadi pelaku ekonomi digital agar mampu bersaing di pasar global.

Perpindahan dari lokasi lama ke MPP di dalam Kota Wonogiri, ditandai dengan upacara reopening. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno membenarkan kondisi mati suri Rumah BUMN, saat berada di tempat lama, di wilayah Kecamatan Ngadirojo.

Menyikapi hal ini, Pemkab Wonogiri bersama BNI, kemudian melakukan re-opening Rumah BUMN untuk dipindahkan ke lantai dua MPP Nyawiji Wonogiri. Bupati berharap, ke depannya aktivitas di Rumah BUMN makin hidup. Sehingga detak nadi Rumah BUMN bisa terus berlanjut dalam mendukung UMKM dan industri kreatif di Kabupaten Wonogiri.

Strategis

Dengan perpindahan ke pusat kota, diharapkan jangkauan masyarakat bisa semakin mudah mengaksesnya. Karena berada di tempat strategis, yakni di tepi ruas Jalan Protokol Kota Wonogiri, tepatnya di depan Kodim 0728 Wonogiri.

Di tempat baru ini, tersedia sejumlah lapak, yang menjajakan beragam produk unggulan. Mulai dari komoditas kopi khas Wonogiri, aneka kuliner jenis camilan, termasuk produk busana UMKM dan Batik Wonogiren yang merupakan batik khas Wonogiri.

Di tempat baru ini, juga dilakukan pelatihan membatik tulis. Jam buka pelayanan Rumah BUMN mulai Pukul 08.00 dan tutup pada Pukul 22.00. Harapannya, masyarakat bisa sekaligus mampir ke Rumah BUMN, saat mengurus keperluan di MPP.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah 17 Yogyakarta, Ariyanto Soewondo Geni, mengatakan, dalam mendukung pengembangan UMKM dan industri kreatif lokal, pihaknya juga akan menggandeng Bea Cukai. Harapannya, produk-produk lokal bisa menjadi komoditas yang mampu go internasional.(Bambang Pur)