blank
Kasatlantas AKP Julius Marlon Gawe (kiri berdiri di podium) menyampaikan materi pada pelatihan pra operasi keselamatan Candi 2026.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Penegakan hukum pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, akan mengutamakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sebanyak 95 persen dilakukan melalui ETLE, sedangkan tilang manual hanya 5 persen dan bersifat terbatas.

Demikian dikedepankan Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Julius Marlon Gawe, saat menyampaikan materi pada latihan pra operasi. Disebutkan, penindakan selama operasi, dilakukan dengan prioritas mengedepankan pendekatan secara humanis dan profesional.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres  AKP Anom Prabowo, menyatakan, latihan pra operasi keselamatan Candi Tahun 2026, dilakukan sebagai bentuk kesiapan personel. Yakni dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (30/1/26) bertempat di Aula Sanika Satyawada Polres Wonogiri. Hadir mengikuti kegiatan ini para Pejabat Utama (PJU), perwira, serta personel yang tergabung dalam Operasi Keselamatan Candi 2026.

Latihan pra operasi dipimpin oleh Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto, didampingi Kabag Ops Kompol Agus Syamsudin, Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe, Kasat Intelkam Iptu Sutarto bersama para Kasatgas operasi.

Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, menjelaskan, operasi keselamatan Candi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari. Yakni mulai Tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, yang didukung penegakan hukum.

Disiplin

Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan. Juga sebagai upaya meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polri, khususnya Polres Wonogiri.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Wonogiri IptuSutarto memaparkan, tentang berbagai potensi gangguan yang dapat memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari faktor human error, kepadatan kendaraan, kondisi infrastruktur jalan, hingga aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Idul Fitri.

Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto dalam arahannya, menekankan pentingnya kedisiplinan pelaporan, koordinasi antarsatgas. Juga ditekankan perlunya pemisahan yang jelas antara kegiatan operasi dan kegiatan rutin kepolisian.

“Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari pelaksanaan di lapangan, tetapi juga dari ketepatan dan kelengkapan laporan. Seluruh personel harus solid dan bersinergi,” tandas Wakapolres Kompol Parwanto.

Latihan pra operasi ini, menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan personel. Dengan latihan pra operasi, diharapkan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga operasi keselamatan Candi 2026 dapat berjalan optimal, humanis, dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.(Bambang Pur)