SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus berkomitmen perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan.
Salah satunya diwujudkan melalui pembinaan rohani Islam berupa yasinan, tahlil, dan salat berjamaah. Kegiatan pembinaan rohani ini dilaksanakan di pendopo masing-masing Blok Citrawirya, Drupada, dan Ekalawya Lapas Kelas I Semarang.
Sekitar 400 warga binaan dari ketiga blok hunian tersebut mengikuti kegiatan dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan. Dalam pelaksanaannya kegiatan didampingi oleh Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari bersama jajaran.
Selain sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pimpinan Lapas untuk menjalin komunikasi langsung dengan warga binaan.
Ahmad Tohari dalam momen tersebut menanyakan langsung kondisi warga binaan, sekaligus menerima berbagai masukan dari warga binaan yang disampaikan secara terbuka.
Ahmad Tohari menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan menaati peraturan selama menjalani masa pidana.
Kalapas mengajak seluruh warga binaan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas. “Patuhi aturan yang ada, jangan sampai melakukan pelanggaran yang berujung penyesalan. Ingat, keluarga kalian di rumah menunggu kepulangan kalian dalam kondisi yang lebih baik,” tegasnya, Jumat (30/1/2026).
Usai pelaksanaan pembinaan rohani, seluruh warga binaan kembali ke kamar hunian masing-masing dengan tertib.
Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, Lapas Kelas I Semarang berharap nilai-nilai keagamaan dapat tertanam kuat dalam diri warga binaan sebagai bekal perubahan sikap dan perilaku.
Kalapas menyampaikan harapannya agar pembinaan keagamaan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih sadar diri, taat aturan, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tandasnya
Ning S













