Bagian Prokopim Pemkab Wonogiri, Kamis (29/1/26), mengabarkan, perhatian pemerintah pada sektor pertanian, ditujukan untuk memastikan bahwa kesejahteraan para petani dapat terjamin dan terus ditingkatkan.
Disebutkan, sektor pertanian menyumbang pendapatan yang besar bagi negara. Juga menjadi sarana penyedia pangan, menciptakan swasembada pangan, dan stabilitas ekonomi pada skala yang lebih luas.
Bupati berharap, Wonogiri terus mengembangkan budidaya pertanian tanaman pangan, mendorong lahirnya petani muda, petani milenial. ”Yang siap menggantikan generasi petani saat ini, yang mayoritas sudah usia lanjut,” tandas Bupati.
Sehingga bisa membangun pertanian modern, yang dapat berkolaborasi dengan industri kecil, pariwisata dan kuliner. Juga mampu mendukung pengembangan sektor wisata yang menarik, yang sesuai dengan perkembangan saat ini.
Dalam upaya mengembangkan sektor pertanian, Pemkab Wonogiri beberapa waktu lalu telah menyerahkan bantuan Alsintan dengan nilai total Rp 15, 484 miliar. Bantuan Alsintan untuk petani ini, diserahkan melalui kelompok tani. Tahun 2026 ini, mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sebanyak 109 sumur bor atau sumur pantek, untuk menciptakan irigasi. “Semoga semua ini dapat mengatasi kesulitan petani dalam mendapatkan air untuk irigasi pertanian. Sehingga petani dapat berproduksi sepanjang tahun, termasuk pada musim kemarau,” harap Bupati.
Harapannya, sektor pertanian di Kabupaten Wonogiri, mampu menciptakan satu kondisi ketahanan pangan sesuai indeks yang ditetapkan. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kabupaten Wonogiri Tahun 2025, pada point 76,02. Artinya, ada diatas indeks Provinsi Jawa Tengah sebesar 73,77, dan di atas indeks nasional sebesar 73,00. IKP Kabupaten Wonogiri, masuk dalam kategori aman, tahan terhadap bahaya kerentanan rawan pangan.(Bambang Pur)













