blank
Diorama patung Yesus naik perahu bersama Simon, dan mengajak Simon menjadi penjala manusia di Taman Gua Maria Kerep Ambarawa. Foto: R. Widiyartono

KABUPATEN Semarang memang kaya destinasi wisata. Wisata alam bisa ditemukan di daerah kaki gunung di kawasan Kopeng, Gedongsongo, Rawa Pening. Wisata Sejarah Museum Kereta Api dengan kereta tua yang masih beroperasi, kawasan candi Gedongsongo, dan yang baru peninggalan kolonial Banteng Willem I di Ambrawa.

Selain itu, wisata religi/wisata pilgrim atau ziarah juga ada di Ambarawa. Dan, ini sudah sangat dikenal yaitu Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), yang lokasinya tidak jaug dari jalan raya Semarang – Yogya.

Gua Maria adalah sebuah tempat yang dibangun khusus untuk kegiatan peziarahan dan keagamaan kepada Maria Ibunda Yesus Kristus dan biasanya terletak di tempat yang jauh dari pusat kota. Dari kompleks taman GMKA pengunjung bisa memang di kejauhan Rawa Pening dan gunung-gemunung yang melatarbelakanginya.

Gua Maria berfungsi sebagai tempat berdoa sekaligus tempat wisata rohani bagi kaum umat Katolik. Patung Bunda Maria yang berada di dalam gua menjadi pusat kegiatan doa, baik secara pribadi maupun bersama-sama. Banyak peziarah datang dengan membawa intensi doa, ungkapan syukur, hingga permohonan pribadi.

GMKA menjadi salah satu destinasi wisata rohani Katolik favorit di Kabupaten Semarang. Tempat ziarah ini ramai dikunjungi umat katolik dari berbagai daerah yang ingin berdoa, berziarah, sekaligus mencari ketenangan batin. Tak hanya dari wilayah sekitar Kabupaten Semarang, tetapi pada hari tertentu banyak dijumpai mobil dengan plat nomor daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan sebagainya.

Berlokasi di Jalan Tentara Pelajar No. 77, Kelurahan Kerep, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Bila hendak ke sana, aner-ancer-nya Terminal Ambarawa. Di depan terminal ada jalan masuk, ikuti jalan itu sekitar satu kilometer, dan sampailah kita di kompleks GMKA.

Lahan parkir yang sangat luas mampu menampung puluhan mobil. Sesampai di tempat parkir, kita disambut patung Maria Assumpta, patung Bunda Maria yang Anggun setinggi 42 meter. Dari sini kita berjalan menuju kompleks Gua Maria yang hening, kontemplatif, hijau penuh aneka tanaman.

Sejak memasuki area gua, pengunjung langsung disambut suasana hening yang tentu saja sangat mendukung kekhusyukan dalam berdoa. Lokasinya di kawasan perbukitan Ambarawa dan dikelilingi pepohonan rindang serta udara segar khas daerah pegunungan.

Suasana alami tersebut menciptakan ketenangan yang membantu para peziarah menjauh dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Gemerisik dedaunan, kicauan burung, suara air Sungai yang mengalir di bawah, serta hawa sejuk menjadi bagian dari pengalaman rohani yang dirasakan pengunjung.

blank
Ikon GMKA patung Maria Assumpta setinggi 42 meter (kiri), patung Yesus Gembala yang Baik (tengah), dan Gua Maria tempat orang-orang berdoa. Fot: R. Widiyartono

Area gua yang tertata rapi menyatu dengan alam sekitar tanpa menghilangkan kesan sakral. Keheningan yang tercipta membuat para umat Katolik yang berkunjung lebih mudah memusatkan diri dalam doa.

Banyak peziarah mengaku merasa lebih damai dan fokus saat berdoa di tempat ini karena didukung oleh suasana alam yang asri dan jauh dari kebisingan. Kunjungan ke Gua Maria Kerep biasanya meningkat pada Bulan Maria, yakni Mei dan Oktober, serta pada hari-hari besar Gereja Katolik.