blank
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid dan jajaran dalam kegiatan audiensi di ruang kerja Kapolda. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah hingga kini masih tergolong rawan dan membutuhkan penanganan yang serius, terukur, serta berkelanjutan.

Letak geografis yang strategis, tingginya mobilitas masyarakat, serta dinamika sosial menjadi faktor yang membuat Jawa Tengah rentan terhadap masuk dan berkembangnya jaringan peredaran gelap narkoba.

Dalam merespons kondisi tersebut sekaligus mendukung Asta Cita Presiden dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid memaparkan gambaran umum situasi dan tren permasalahan narkoba di Jawa Tengah yang masih memerlukan perhatian, serta kerja sama lintas sektor.

“Terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan Polda Jawa Tengah. Permasalahan narkoba tidak dapat ditangani secara sektoral. Dibutuhkan kerja bersama yang solid, berkesinambungan, dan saling menguatkan antarinstansi,” ujar Toton Rasyid, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba). Upaya tersebut meliputi penguatan pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat, optimalisasi layanan rehabilitasi, serta peningkatan sinergi dalam penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkotika.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan komitmen penuh Polda Jawa Tengah dalam mendukung upaya BNN dalam pemberantasan narkoba. Menurutnya, kejahatan narkoba merupakan ancaman serius yang berdampak luas terhadap stabilitas keamanan serta masa depan generasi bangsa.

“Kolaborasi adalah kunci utama. Ego sektoral harus ditinggalkan. Kita harus berjalan bersama, saling mendukung, dan memperkuat peran masing-masing. Polda Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh kepada BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menekankan bahwa sinergi antara BNN dan Polri tidak hanya penting dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam pencegahan dini serta edukasi kepada masyarakat agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkoba.

Audiensi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, menyatukan visi, dan menegaskan komitmen bersama antara BNNP Jawa Tengah dan Polda Jawa Tengah dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks dan terorganisasi.