blank
Bupati Sragen Sigit Pamungkas disampingi Ketua TP PKK Linda Sigit Pamungkas, dan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Brigjen Pol Hery Wiyanto mewisuda lulusan Sekolah Lansia. Foto: Humas BKKBN

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Bupati Sragen mewisudah 113 siswa Sekolah Lansia Selayaknya tahapan dalam menempuh pendidikan, para siswa di Sekolah Lansia di di Pendopo Sumonegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen Kabupaten Sragen, Selasa 27 Januari 2026.

Para warga negara senior ini memperoleh kurikulum yang cukup komprehensif sebelum resmi diwisuda dan menerima ijazah. Berbagai materi diberikan di antaranya pemahaman diri, kesehatan fisik/mental dasar, gizi, dan nutrisi sampai dengan terapi serta kewirausahaan.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas didampingi Ketua TP PKK Linda Sigit Pamungkas dan hadir pada kesempatan ini, segenap unsur pemerintah daerah Kabupaten Sragen, perangkat desa/kelurahan, kader dan pengelola Sekolah Lansia, keluarga peserta wisuda dan undangan lainnya.

Bupati Sigit mengapresiasi diadakannya wisuda lansia yang dilaksanakan dengan prakarsa mandiri para siswa di sekolah lansia. Pihaknya menyampaikan bahwa produktivitas yang diharapkan dari para lansia adalah yang terukur.

Baginya, kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bagi para lanjut usia.

“Bapak Ibu sekalian dengan sekolah ini tentu harapan kita lansia itu produktif karena pendapat banyak orang kalau sudah memasuki usia lansia itu tidak produktif. Nah, ini tetap produktif. Tentu produktifnya berbeda dengan sebelum lansia. Produktif dengan batas-batasnya. Tapi yang penting dari lansia itu, Bapak, Ibu sekalian, adalah sehat”, ucap Bupati.

Pihaknya juga menyoroti tentang periode Bonus Demografi di Kabupaten Sragen yang sebentar lagi akan mencapai puncak dan berangsur berlalu, meninggalkan penduduk usia tua yang semakin bertambah.

Akhir Bonus Demgrafi 2032

“Bonus demografi kita di Kabupaten Sragen akan berhenti di tahun 2032. Jadi jumlah orang muda yang produktif di tahun 2032 itu sudah akan berhenti. Nanti akan ganti banyak orang yang sepuh. Nah, kalau orang sepuh ini tidak produktif ya itu akan menjadi mohon maaf akan menjadi membebani generasi-generasi muda,” terang Bupati Sigit.