
Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Jawa tengah Brigjen. Pol Hery Wiyanto dalam sambutannya mengapresiasi semangat para siswa Sekolah Lansia yang tidak redup meski usia telah lanjut. Ini merupakan wisuda lansia pertama di Jawa Tengah pada tahun 2026.
“Hari ini adalah hari yang istimewa, hari yang menandai keberhasilan, kegigihan, dan semangat luar biasa dari para peserta Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen”, ucap Kaper.
Masa lanjut usia merupakan salah satu tahapan dalam siklus hidup manusia yang tetap perlu diperhatikan kualitasnya. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN memiliki mandat strategis dalam mewujudkan pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
“Salah satu sasaran penting dalam pembangunan keluarga tersebut adalah peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi penduduk lanjut usia,” kata Hery Wiyanto.
Dalam kerangka kebijakan nasional yang komprehensif dan terintegrasi, tambahnya, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) telah menetapkan dan mengimplementasikan secara serius Program SIDAYA (Lansia Berdaya).
“Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah yang dikategorikan sebagai Program Prioritas Nasional,” ujar dia.
Penetapan Program SIDAYA ini diarahkan secara spesifik dan strategis untuk mencapai visi mewujudkan masyarakat lansia yang memiliki kualitas hidup tinggi, yang ditandai dengan lima pilar utama yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, Bermartabat. Pelaksanaan Program SIDAYA di tingkat daerah dioperasionalkan melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan kolaborasi Dinas Dalduk KB Kabupaten Kota, Penyuluh KB dan kader KB.
Di sisi lain, tujuh Dimensi Lansia Tangguh, yang meliputi aspek-aspek krusial dalam kehidupan lansia, yaitu: dimensi spiritual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional (profesional), intelektual, dan lingkungan. Program ini menekankan pendekatan holistik dan lintas sektor dalam pemberdayaan lansia di seluruh Indonesia.
Ditegaskan pula oleh Kepala Perwakilan, bahwa kegiatan ini bukan semata-mata seremonial namun penuh dengan pengetahuan dan motivasi.
“Sekolah Lansia bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti, tapi justru saatnya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi”, ucap Kaper.
Standar Kelulusan
Peserta Wisuda lansia ini berasal dari Sekolah Lansia Bingah Sehat Migunani Desa Puro sebanyak 35 orang dari total 39 siswa yang mengikuti pembelajaran, Sekolah Lansia Singodimedjo Desa Sidokerto Kecamatan Plupuh sebanyak 48 wisudawan dari 78 siswa dan Sekolah Lansia Mandiri Tangguh Kelurahan Plumbungan Kecamatan Karangmalang sebanyak 50 wisudawan dari 64 lansia yang mengikuti pembelajaran.
Standar kelulusan yang harus dicapai para wisudawan terdiri dari Kehadiran yang minimal harus di atas 75% dari seluruh sesi pertemuan, keaktifan peserta dalam kegiatan diskusi, senam/aktivitas fisik, dan materi praktik sederhana serta mengikuti seluruh materi inti.
Wisuda ini semakin istimewa karena diikuti pula kedua orang tua dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang juga dinyatakan lulus dan diwisuda pada hari ini.
- Widiyartono













