blank
Pemakaman jenazah almarhum AKP Sri Agung dilakukan di TPU Gerdu, Giripurwo, Wonogiri, berlangsung dalam tata upacara kedinasan Polri yang disertai dengan tembakan salvo.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Upacara pemakaman secara kedinasan Polri, yang disertai dengan tembakan salvo dan iringan genderang dari Korps Musik (Korsik), Rabu sore (21/1/26), dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astanalaya, Gerdu, Giripurwo, Wonogiri.

Secara harfiah, kata salvo berasal dari Bahasa Italia, yang artinya tembakan dari dua senjata atau lebih secara bersamaan. Dilakukan oleh sejumlah anggota bersenjata ke arah atas. Ini dilakukan, sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, mengabarkan, prosesi pemakaman yang disertai tembakan salvo tersebut, berlangsung saat memakamkan jenazah Almarhum AKP Sri Agung. Upacara pemakaman dilakukan secara kedinasan Polri, dipimpin oleh Wakapolres Kompol Parwanto. Itu dilakukan sebagai salam perpisahan terakhir untuk AKP Sri Agung, sebagai Bhayangkara berdedikasi dan menjadi sosok teladan di Polres Wonogiri.

Prosesi pemakamannya diwarnai suasana haru, serangkaian doa dipanjatkan sejak persemayaman di rumah duka, di Dusun Seneng, Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pukul 14.30, jenazah almarhum kemudian diberangkatkan menuju ke TPU Astanalaya Gerdu yang terletak di lereng timur Gunung Gandul.

Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo ikut hadir melayat bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres dan para Kapolsek jajaran. Para purnawirawan Polri, sanak saudara, handai tualan dan keluarga besar almarhum, hadir ikut memberikan penghormatan terakhir.

Merah Putih

Peti jenazah diselimuti Bendera Merah Putih ukuran besar. Suara letusan salvo yang ditembakkan secara bersama dari senjata api laras panjang, dan alunan genderang dari Regu Korsik Polres Wonogiri, ikut mengiringi prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat dalam balutan suasana duka.

Sebelumnya, dibacakan riwayat hidup singkat almarhum selama bertugas mengabdi di lingkungan Kepolisian. Sebagai sosok insan Bhayangkara, dia berpenampilan tenang, bertanggung jawab, serta memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Kapolres Wonogiri, AKBP Wahyu Sulistyo, menyampaikan, upacara kedinasan ini merupakan bentuk penghormatan institusi atas jasa dan pengabdian almarhum. Ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri atas dedikasi serta pengabdian almarhum semasa bertugas. ”Kami atas nama keluarga besar Polres Wonogiri menyampaikan duka cita mendalam, semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, AKP Sri Agung meninggal dunia karena sakit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sejawat di Polres Wonogiri, yang selama ini bekerja dan mengabdi bersama almarhum.

Melalui prosesi pemakaman secara dinas Kepolisian ini, Polres Wonogiri berharap, semangat pengabdian, loyalitas dan keteladanan almarhum, dapat terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri.(Bambang Pur)