blank
Aula DPRD Kudus kembali digunakan sebagai posko pengungsian banjir. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Gelombang pengungsian akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus terus bertambah. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus membuka posko pengungsian bagi warga terdampak banjir di Aula Gedung DPRD Kudus.

Hingga Rabu (14/1/2026) sore, tercatat sebanyak 162 jiwa dari 60 kepala keluarga (KK) asal Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, telah menempati posko pengungsian tersebut. Posko DPRD Kudus menjadi salah satu dari tujuh lokasi pengungsian banjir yang saat ini telah beroperasi di wilayah Kabupaten Kudus.

Berbeda dengan posko pengungsian lainnya, posko yang berada di gedung wakil rakyat ini terbilang cukup istimewa. Para pengungsi menempati aula ber-AC dengan fasilitas hiburan yang memadai. Mereka juga dapat beristirahat dengan nyaman menggunakan karpet tebal yang telah disiapkan petugas.

Selain itu, petugas posko menyediakan satu unit televisi layar besar milik DPRD Kudus yang dapat dinikmati para pengungsi. Fasilitas wifi gratis, layanan cek kesehatan, serta toilet dan kamar mandi yang layak juga tersedia untuk menunjang kebutuhan para pengungsi selama berada di lokasi.

Sekretaris Komisi A DPRD Kudus, Muhtamat, mengatakan bahwa Aula Gedung DPRD Kudus mulai difungsikan sebagai tempat pengungsian sejak sore hari.

“Sore ini warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan sudah mulai datang. Total sementara sekitar 165 orang warga korban banjir,” ujarnya.

Muhtamat menyebutkan, Aula DPRD Kudus memiliki kapasitas hingga 500 orang pengungsi. Apabila jumlah pengungsi terus bertambah dan melebihi kapasitas, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Kudus untuk mendirikan tenda tambahan.

Terkait kebutuhan logistik, DPRD Kudus juga berencana membuka dapur umum untuk melayani kebutuhan makan dan minum para pengungsi.

“Sore ini kami sudah menerima bantuan makanan dari dapur SPPG yang biasa melayani program MBG. Ke depan kami juga akan menyiapkan dapur umum bagi korban banjir,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kudus, Munaji, menyampaikan update terbaru penanganan banjir Kudus per Rabu (14/1/2026) sore. Ia mengungkapkan, banjir telah berdampak pada 35 desa di 7 kecamatan.

Sebanyak 5.093 rumah tercatat masih tergenang, dengan jumlah warga terdampak mencapai 15.284 KK atau sekitar 48.190 jiwa. Adapun jumlah warga yang saat ini mengungsi sebanyak 596 jiwa dari 233 KK, yang tersebar di tujuh lokasi pengungsian.

“Pengungsi terbanyak berasal dari Desa Karangrowo dengan jumlah sekitar 202 jiwa,” pungkas Munaji.

Ali Bustomi