blank
Berfoto bersama sehabis misa pagi di Biara Susteran SND Salatiga yang rindang dan sejuk. Foto: Clarissa Martina

SALATIGA (SUARABARU.ID) – PROSES untuk menjadi seorang biarawati memang tidak instan. Seseorang siap untuk menjadi biarawati, terlebih dahulu akan mendapatkan bimbingan dan pendampingan di rumah pembinaan.

Salah satu rumah pembinaan para calon suster (biarawati) yaitu Kongregasi Suster–Suster Notre Dame (SND) atau biasa disebut juga Biara Susteran SND Salatiga yang berlokasi di Jalan Kota Baru, No 31 Kota Baru Raya, Salatiga, Jawa Tengah. Di sinilah para suster itu menjalani pembinaan, setidaknya selama 5 – 6 tahun.

Di tempat ini menjadi tempat para calon suster biarawati dibimbing dan didampingi sebagai salah satu proses untuk menjadi seorang biarawati. Setelah menjalankan masa pembinaan di tempat ini maka mereka akan melajutkan proses pembinaan mereka di Filipina.

Pendidikan awal ini biasanya dikenal sebagai masa postulan atau tahap awal untuk menjadi religius katolik. Para calon suster berasal dari berbagai daerah kepulauan antara lain: Flores, Timor, Lampung, Ambon dan Toraja.

Proses mereka mengenal Kongregasi Suster Notre Dame melalui beberapa akun media sosial milik Suster Notre Dame yaitu Tiktok dan Instagram. Sehinga mereka sangat tertarik dan berkomitmen untuk bergabung bersama di Kongregasi SND.

blank
Para postulan sedang bersantai dengan menikmati sejuknya udara dan pemandangan yang indah. Foto: Clarissa

Putri adalah salah satu calon yang berasal dari Timor menyatakan senang sekali karena bisa bergabung bersama di Biara SND. “Di sini menjadikan saya semakin mengenal diri saya dan merasa semakin dekat dengan Tuhan Yesus,“ ujarnya.

Mereka yang tinggal di sini memiliki berbagai ritme kegiatan yang tentu membuat mereka tidak merasa bosan untuk mengikuti setiap program dan dinamika hidup dengan penuh suka cita.