Para suster ini memiliki jadwal yang sangat padat mulai dari bangun pagi sekitar pukul 04.00 lalu akan ibadah pagi (doa pagi) pada pukul 04.30. Selanjutnya pukul 05.00 mereka akan berangkat ke gereja untuk mengikuti misa pagi di Paroki Santo Paulus Miki Salatiga.

Pada pukul 06.30 – 07.30 mereka akan bermeditasi bersama dan akan dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama dalam keheningan atau tidak berbicara selama sarapan berlangsung.

“Ini bertujuan agar kami masih tetap tenang dan fokus untuk merenungkan Sabda Tuhan hasil dari meditasi mereka masing – masing,” ujar seorang suster.

Beberapa kegiatan yang menarik adalah mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas Bahasa Inggris, Dasar-Dasar Teologi, Sejarah Kongregasi, Vocal Class (Bernyanyi), Music Class dan berkebun juga menjadi salah satu kegiatan yang menarik karena disini mereka boleh menanam berbagai sayuran organik untuk dikonsumsi bersama.

blank
Suster Maria Virgo dan para Postulan sedang bermeditasi alam. Foto: Clarissa

Dan selain program tersebut, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi orang–orang sakit dan berdoa bersama mereka khususnya bagi mereka yang berada di sekitar Perumahan Kota Baru Salatiga.

Rindang dan Sejuk

Rumah Pembinaan Postulan ini berada di sebuah bukit yang dipenuhi dengan berbagai pohon cemara dan pohon–pohon lainnya yang membuat suasana terasa sangat indah dan rindang. Tempat ini memiliki bangunan yang cukup tinggi dan menghadap ke Gunung Merbabu dan Telomoyo sehingga membuat suasana di tempat ini semakin menarik dan terasa sangat damai.

Suasana hening ini membuat banyak orang yang berkunjung merasa sangat senang karena membantu mereka untuk mengalami tentang kehadiran Tuhan dalam diri mereka. Kompleks biara ini sangat bersih dan tanaman–tanamannya sangat tersusun rapi.

Merawat Bumi lewat Tanaman

Pimpinan rumah biara, Suster Maria Evarista, SND mengatakan, “Jika kita memiliki hati untuk merawat ibu bumi lewat tanaman yang berada di lingkungan sekitar kita, maka ini adalah sumbangan kecil kita untuk menyelamatkan ibu bumi yang saat ini sedang menderita dan menangis oleh karena  kerusakan – kerusakan yang berada di mana–mana terutama di bangsa kita tercinta ini”.