blank

oleh : Bagus Romadhan Aji Saputra.

SEMARANG  SUARABARU.ID: Pantai Marina selalu menjadi tempat favorit warga Semarang untuk melepas lelah, terutama saat akhir pekan tiba.
Namun, setiap kali pengunjung datang, tumpukan sampah plastik dan sisa makanan selalu terlihat. Area yang seharusnya indah dan bersih justru terlihat kotor, aktivitas wisata terganggu, dan perilaku pengunjung sering dicritic sebagai penyebab utama. Namun, apakah darurat sampah di Marina benar-benar hanya disebabkan oleh pengunjung yang tidak peduli?

Dari fenomena tersebut, masalah sampah di Pantai Marina bisa dilihat melalui teori framing.
Selama ini, masalah sampah lebih sering dibingkai sebagai akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat, sehingga faktor etika individu dianggap sebagai penyebab utama. Framing semacam ini membuat persoalan lain yang tak kalah penting, seperti sistem pengelolaan lingkungan dan ketersediaan fasilitas, sering luput dari perhatian publik.

blank

Etika pengunjung memang berperan, tetapi bukan masalah utama.
Marina dikenal sebagai ikon wisata yang terjangkau bagi semua orang. Jika rendahnya kesadaran individu adalah satu-satunya penyebab, sampah seharusnya terlihat merata di seluruh area. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tumpukan sampah sering terkonsentrasi di tempat yang tidak memiliki tempat sampah.

Situasi ini menunjukkan masalah lebih mendasar: kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur kebersihan, jadwal pengangkutan sampah yang tidak selaras dengan lonjakan pengunjung, serta kurangnya pengawasan untuk menjaga kebersihan air dan daratan.
Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan memang ikut memperburuk situasi, namun minimnya fasilitas pendukung membuat perilaku itu terkesan diizinkan oleh keadaan.

Menyalahkan pengunjung tanpa mengevaluasi sistem pengelolaan hanya akan memperparah masalah.
Darurat sampah di Marina seharusnya menjadi pengingat bahwa masalah ini bukan hanya tugas pengelola yang mengambil biaya masuk, tapi juga membutuhkan kesadaran dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Sampah memang hasil dari aktivitas manusia yang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa dikelola dengan baik.
Selama kelalaian dalam manajemen sampah masih terjadi, pantai yang kotor akan selalu jadi berita utama yang memalukan bagi wisata Semarang. Mau sampai kapan? Mari introspeksi diri, jangan hanya menyalahkan satu pihak saja. Bersihnya Pantai Marina adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar spanduk himbauan.