blank
Para petani tengah menyimak cara pembuatan pupuk alami yang dikembangkan melalui program NATA TANI ini. Foto: dok TIS ENERGY BLORA./

GROBOGAN (SUARABARU.ID)- TIS Energy terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan masyarakat desa melalui Program Nandur Alam Tata Tani Lestari (NATA TANI) yang dilaksanakan di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong pertanian sehat dan berkelanjutan.

Melalui wilayah kerja Blora, TIS Energy menginisiasi Program Nandur Alam Tata Tani Lestari sebagai upaya membangun kemandirian petani Desa Pranten. Program NATA TANI dirancang untuk menjawab tantangan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Gubug, Grobogan.

blank
TIS Energy juga memberikan modul NATA TANI edisi pengendalian hama terpadu padi sebagai bagian dari literasi pertanian untuk para petani di Pranten, Gubug, Grobogan. Foto: dok TIS ENERGY BLORA./

Perusahaan mengemas program tersebut dengan pendekatan edukatif dan aplikatif agar petani mampu meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Fokus utama program ini terletak pada pertanian ramah lingkungan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Sebagai bagian dari implementasi lapangan, TIS Energy menggandeng Joglo Tani Indonesia untuk memberikan edukasi pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Kegiatan ini menyasar puluhan petani aktif di Desa Pranten.

BACA JUGA : Masa Pensiun Prajurit, Bukan Akhir dari Segalanya

Para petani memperoleh pemahaman langsung mengenai jenis-jenis hama, pola serangan, hingga teknik pengendalian yang lebih aman bagi lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sawah sekaligus mempertahankan hasil panen.

Selain pengendalian hama, program ini juga menekankan pentingnya kesehatan tanah sebagai fondasi pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, TIS Energy memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik secara mandiri.

Pelatihan tersebut memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah dijangkau petani. Melalui metode ini, petani dapat memproduksi pupuk sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.

Kemampuan memproduksi pupuk organik secara mandiri diyakini mampu menekan biaya produksi sekaligus memperbaiki struktur tanah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian.

Tidak berhenti pada sektor pertanian, TIS Energy juga memperluas manfaat program dengan menyentuh aspek ekonomi produktif masyarakat desa. Perusahaan menyerahkan enam ekor kambing ternak kepada kelompok tani Desa Pranten.

BACA JUGA : Dana Desa 2026 di Kudus Tersisa 31 Persen, Ini Daftar Kegiatan yang Dilarang

Bantuan ternak tersebut dirancang sebagai sumber pendapatan tambahan yang dikelola secara kolektif. Pola pengelolaan berkelompok diharapkan mampu menciptakan sistem usaha yang berkelanjutan.

General Manager TIS Energy, Heri Suryanto, menegaskan bahwa Program NATA TANI bukan sekadar kegiatan sesaat. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memberdayakan masyarakat desa.

“Program Nandur Alam Tata Tani Lestari (NATA TANI) kami rancang sebagai upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Penyerahan kambing ternak kepada kelompok tani di Desa Pranten merupakan bagian dari pendekatan terintegrasi antara pertanian dan peternakan, sehingga dapat menciptakan siklus produksi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, integrasi antara pertanian dan peternakan membuka peluang terciptanya sistem produksi yang saling mendukung. Limbah ternak dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik.

Pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga memperluas sumber pendapatan kelompok tani. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

BACA JUGA : PMI Kota Pekalongan kuragan Stok Darah Golongan A dan AB

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi produktivitas pertanian, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Program NATA TANI dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Keterlibatan berbagai pihak juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program yang dijalankan. Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga dalam jangka panjang.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen TIS Energy dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konkret di tingkat desa.

Melalui Program Nandur Alam Tata Tani Lestari (NATA TANI), TIS Energy berharap pertanian di Desa Pranten, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian lestari.

Ke depan, TIS Energy optimistis Program NATA TANI dapat terus memberikan dampak positif bagi petani Pranten, Gubug, Grobogan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa melalui pertanian dan peternakan terpadu.

TYA WIDYA