blank
Bersamaan dengan penyerahan piagam penghargaan, Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan (kedua dari kanan), memberikan jabat tangan salam komando tentara, kepada prajurit yang pensiun.9Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Ridricho Ivan Pattihahuan, menyatakan, masa pensiun bagi insan prajurit bukanlah akhir dari segalanya. Orang pertama di jajaran TNI Wonogiri ini, menegaskan, jati diri seorang prajurit harus tetap menyatu dalam jiwa, meskipun seragam tidak lagi dikenakan setiap hari.

”Dedikasi dan loyalitas yang telah Bapak-bapak berikan selama ini, adalah tinta emas bagi satuan. Terima kasih telah memberikan warna positif bagi TNI Angkatan Darat, khususnya di wilayah Wonogiri,” tegas Dandim Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Peltu Indra, mengabarkan, penegasan Dandim tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada upacara pelepasan anggota yang memasuki masa purna bakti. Upacara digelar di aula Makodim 0728 Wonogiri.

Upacara ini, menjadi bentuk penghormatan dari satuan Kodim 0728/Wonogiri kepada para prajurit yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk negara. Ikut hadir dalam acara tersebut, Kasdim Mayor Inf Suwandi bersama para Perwira Staf, Danramil jajaran, perwakilan anggota Bintara dan Tamtama.

Ada tiga prajurit Kodim 0728/Wonogiri yang memasuki Masa Purna Tugas. Yakni Letda (Har) Edy Sucahyo, Peltu Sudarno dan Pelda Salimun. Kepada ketiga prajurit yang pensiun ini, Dandim, berpesan agar sebagai purnawirawan tetap menjadi sosok teladan di tengah masyarakat. Diharapkan, nilai-nilai disiplin dan etika keprajuritan, terus dijaga demi menjaga nama baik institusi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kepada prajurit yang pensiun, Dandim berkata: ”Pintu Kodim dan Koramil akan selalu terbuka lebar. Jangan sampai ketika masa dinas berakhir, kemudian memutus tali silaturahmi yang telah kita bangun bertahun-tahun. Kita tetap satu keluarga besar.”(Bambang Pur)