blank
Bersama TNI-Polri, dilakukan gerakan massal penanaman bibit penghijauan di kawasan Hutan Kahyangan, lokasi yang dikenal sebagai petilasan pertapaan Panembahan Senapati dan menjadi objek wisata religi.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bersama para prajurit TNI dan personel Polri, dilakukan gerakan massal penanaman bibit pohon penghijauan. Lokasinya, di kawasan hutan Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Hutan Kahyangan, dikenal sebagai objek wisata spiritual, karena merupakan petilasan (bekas) pertapaan Danang Sutawijaya atau Panembahan Senapati. Hutan Kahyangan yang di belah aliran kali, dikenal sebagai tempat bertemunya atau lokasi rendezvous Panembahan Senapati dengan Ratu Kidul.

Atas bantuan dari penguasa gaib Laut Selatan (Kanjeng Ratu Kidul), Panembahan Senapati mendapatkan wahyu keraton. Hingga kemudian, berhasil menjadi tokoh pendiri dinasti Mataram Islam di Tanah Jawa.

Berkaitan ini, menjadikan Kahyangan sebagai wisata religi yang sampai sekarang masih banyak didatangi para pelaku spiritual. Bahkan Ngarsa Dalem Raja Kasultanan Yogyakarta, setiap Bulan Besar, selalu mengirim utusan untuk melaksanakan labuhan di Kahyangan.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo dan Penerangan Kodim 0728 Wonogiri Peltu Indra, menyatakan, gerakan massal penanaman pohon penghijauan di Kahyangan, diinisiasi oleh Komunitas Relawan Independen (KRI) Wonogiri. Kegiatan ini dipusatkan di Dusun Bangunsari, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.

Program penghijauan tersebut menjadi langkah konkret dalam memulihkan kondisi lahan kritis sekaligus menekan risiko bencana alam. Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 750 pohon. Upaya ini, dilakukan sebagai upaya pemulihan lahan kritis, melalui tindakan reboisasi dan konservasi alam, demi pencegahan bencana tanah longsor. Area penanamannya berada di lahan hutan milik Perhutani.

Jambu Air

Jenis bibit yang ditanam terdiri atas jenis tanaman keras dan produktif, seperti Pohon Beringin, Trembesi, Petai, Jambu Air, Talok, Rambutan, dan Sirsak. Disertakannya bibit pohon buah-buahan, ini dengan maksud memberikan stok pakan bagi kera liar yang hidup di Hutan Kahyangan. Tujuannya agar tidak mengganggu tanaman pangan petani.

Gerakan massal penghijauan ini, melibatkan dari berbagai unsur dan komunitas. Yakni para relawan pelestari alam, aparat siaga bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perhutani, TNI dan Polri dari Polsek dan Koramil Tirtomoyo, Perangkat Desa dan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator KRI Distrik Baturetno, Anto, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Wonogiri, Sri Maryati, S.Sos., M.A.P., Kapolsek Tirtomoyo IPTU Yuni Tri Suwarno Putra, dari Koramil-07 Tirtomoyo Kodim 0728 Wonogiri, Polsek Tirtomoyo, serta Mantri Hutan dari Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tirisan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogiri.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo dan Pendim 0728 Wonogiri Peltu Indra, menyatakan, institusi Polri dan TNI berkomitmen mendukung kegiatan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Penghijauan, bukan hanya untuk menjaga kelestarian hutan, tetapi juga menjadi langkah preventif demi meminimalkan potensi bencana tanah longsor. Polri dan TNI, berupaya mendorong sinergi seluruh elemen masyarakat, dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.(Bambang Pur)