blank
Prof Dharto. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM), diharapkan menjadi pusat rujukan, yang sejalan dengan tagline dari Dikti, yaitu pendidikan tinggi berdampak.

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Sudharto P Hadi MES PhD, dalam Pelantikan Pejabat Struktural Akademik Periode Jabatan Tahun 2026-2029, di Auditorium Ir Widjatmoko, USM, Jumat (2/1/2026).

Hadir dalam kegiatan itu antara lain, Sekretaris Pengurus Yayasan Alumni Undip Eddy Djoko Pramono SH MH MT, Rektor USM Dr Supari ST MT, Senat USM Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor I USM Prof Dr Haslina MSi, Wakil Rektor II USM Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, Wakil Rektor III USM Dr April Firman Daru SKom MKom, dan sejumlah dekan.

BACA JUGA: Tim PKM Dosen Teknik Elektro USM Gelar Pelatihan Internet of Things Tingkat Lanjut

Menurutnya, tugas dosen tidaklah ringan. Salah satunya, meningkatkan kualitas lulusan. Untuk itu, dia meminta para dekan memetakan kondisi dosen di fakultas masing-masing. Selain itu, publikasi juga harus dipetakan, kinerja masing-masing dosen yang sudah punya status Scopus, dan yang belum punya status.

”Dekan harus memetakan, kapan dosen harus S3, kapan harus profesor. Dalam tahun 2026 ini, harus meningkat dan harus bisa dipantau. Fungsional dosen harus ada realtime. Survive itu harus punya mahasiswa, mahasiswa itu darahnya universitas awasta,” ujar Prof Dharto, panggilan akrabnya.

Dia berharap, keluarga besar USM dan keluarga besar Yayasan Alumni Undip, ikut serta memromosikan kampus ini kepada teman, keluarga, sahabat, atau siapa saja yang berminat.

BACA JUGA: Ini Pesan Rektor Universitas Semarang Saat Lantik Pejabat Struktural

”Kita harus bangga dengan USM, sudah terakreditasi Unggul, dan itu harus disertai dengan unggul di program-program studi dua tahun, ke depan minimal 60 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil penelitian pipa resapan dan teknologi tenaga surya, seharusnya merambah ke jurusan-jurusan fakultas yang lain.

”Jadi harus terlihat. Semarang atau Jawa Tengah, menjadi living laboraturium USM. Dan itu harus bisa diwujudkan,” tandasnya.

Riyan