blank
Dampak dari banjir yang terjadi setelah turun hujan deras berkepanjangan, menyebabkan ambrolnya pondasi Jembatan Sreni di Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Hujan deras yang turun berkepanjangan, telah memicu terjadinya banjir dan menimbulkan bencana alam ambrolnya pondasi Jembatan Kedung Sreni. Dampaknya, membuat terputusnya akses hubungan darat anatdesa dan ke objek wisata spiritual Kahyangan Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kejadian ambrolnya pondasi Jembatan Kedung Sreni, berlangsung Sabtu dinihari (27/12/25) sekitar Pukul 02.30. Lokasi jembatan tersebut berada di Dusun Sugihan RT 01/RW 03, Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Berada di Kilometer sekitar 30 jalur Wonogiri-Objek Wisata Spiritual Kahyangan, Dlepih.

Kahyangan Dlepih dikenal sebagai petilasan pertapaan (tempat bertapa) Danang Sutawijaya atau Panembahan Senapati. Yakni sebagai rendevouz atau tempat pertemuan Panembahan Senapati dengan tokoh dari dunia gaib, Kanjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan).

Berkat bantuan Ratu Kidul, menjadikan Panembahan Senapati akhirnya mendapatkan wahyu keraton, dan kemudian sukses mendirikan dinasti Kerajaan Mataram Islam di Tanah Jawa. Sebagai petilasan pertapaan Panembahan Senapati, Kahyangan, banyak dikunjungi wisatawan yang suka menjalani laku spiritual Kejawen. Bahkan Ngarso Dalem Raja Hamengku Buwono (HB) dari Kasultanan Yogyakarta, pada waktu tertentu secara rutin mengirim utusan untuk mengadakan ritual labuhan di Kahyangan Dlepih.

Ditutup

Sabtu (27/12/25), Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihabuan melalui Penerangan Kodim (Pendim) Pelu Indra, menyatakan, telah menerima laporan ambrolnya Jembatan Kedung Sreni itu dari Koramil-07 Tirtomoyo. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ambrolnya pondasi jembatan tersebut.

Jembatan Kedung Sreni, selama ini menjadi penghubung antara Desa Wiroko ke Desa Dlepih di wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Karena bagian pondasinya ambrol diterjang banjir, menyebabkan prasarana jembatan itu, kini membahayakan bila dilintasi oleh kendaraan bermotor beroda empat atau lebih.

Babinsa dan personel Koramil-07 Tirtomoyo Kodim 0728 Wonogiri, telah mendatangi lokasi Jembatan Sreni. Bersama Perangkat Dusun Sugihan dan Perangkat Desa Dlepih, telah dilakukan tindakan darurat. Yakni memberikan peringatan untuk menutup sementara jembatan tersebut dari kendaraan bermotor roda 4.

Sebab kondisinya membahayakan bagi keselamatan arus lalu lintas. Karena tidak hanya bagian pondasi jembatan yang ambrol, tapi juga mengikis badan jalan di atasnya ikut ambrol. Untuk mengantisipasi keselamatan, maka jembatan tersebut hanya diperbolehkan untuk dilalui para pejalan kaki, pesepeda motor dan pesepeda pancal.(Bambang Pur)