blank
Kapolsek Grobogan AKP Duddy Lukman Prabowo saat mendengarkan penjelasan tentang perkembangan sang anak di sekolah saat mengambil rapor. Foto: dok Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Tidak biasanya, Kapolsek Grobogan, AKP Duddy Lukman Prabowo menggantikan peran sang istri yang biasanya mengambil rapor anak-anak mereka.

AKP Duddy mengaku, mengambil rapor anak menjadi pengalaman pertamanya selama bertugas sebagai polisi.

“Biasanya istri saya yang ambil. Ini pertama kali saya ambil rapor anak. Kebetulan saya ada waktu luang, jadi ada waktu untuk ambil rapor hari ini,” ucapnya sambil tersenyum.

BACA JUGA : Operasi Lilin Candi 2025, Polres Kebumen Kerahkan 570 Personel

Saat mengambil rapor putra sulungnya di SMPN 1 Purwodadi, AKP Duddy mendapat banyak masukan terkait perkembangan akademik anaknya.

Ia bahkan meminta wali kelas menegur anaknya jika berperilaku kurang baik agar menjadi pembelajaran karakter putranya sejak dini.

Menurutnya, program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) memberi ruang bagi polisi untuk tetap hadir sebagai ayah di tengah kesibukan, mencegah jarak emosional dalam keluarga.

BACA JUGA : Tim PKM Universitas Semarang Adakan Pelatihan dan Lomba Game di SMKN 11 Semarang

“Program GEMAR yang saya rasakan ini ternyata ada ruang komunikasi antara saya dengan pihak sekolah dan juga anak-anak saya. Intinya mengajarkan saya untuk tetap memberikan perhatian kepada anak-anak. Meskipun saya sibuk, tetapi saya usahakan agar anak-anak tidak merasa fatherless,” tambah alumnus Fakultas Sastra Universitas Diponegoro ini.

Tidak Mungkin Terulang

Hal yang sama diungkapkan Aipda Anjar yang meluangkan waktu untuk mengambil rapor kedua putrinya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Kesibukan tugas kepolisian tak menghalangi Aipda Anjar yang berdinas di Unit Kamsel Satlantas Polres Grobogan untuk hadir langsung mengambil rapor anaknya di sekolah dasar.

Sebagai polisi aktif, Aipda Anjar mengaku kesibukan kerap membatasi waktu keluarga, namun GEMAR mendorongnya menata ulang prioritas demi mendampingi pendidikan anak.

BACA JUGA : Puncak HUT PGRI ke-80 dan HG 2025 di Jepara, Ada Tari Sak Karepmu Dewe hingga Penyerahan Buku  “Aksara Nalarendra”.

Tujuan pertama, ia berangkat ke SDN 16 Purwodadi untuk mengambil rapor putri keduanya, sekaligus membuktikan peran ayah tetap penting di tengah ritme kerja kepolisian.

blank
Aipda Anjar meluangkan waktu untuk memgambil rapor kedua anaknya. Foto: Tya Widya./

Menurut Aipda Anjar, jauh sebelum program GEMAR dicanangkan, kedua putrinya sudah memintanya untuk mengambil rapor. Mereka tetap optimis meski mengetahui kesibukan ayahnya sebagai polisi.

“Seminggu sebelum ada program GEMAR, dua anak saya sudah minta saya ambil rapor, terutama anak nomor dua yang tiap hari mengingatkan,” katanya.

BACA JUGA : Amankan Natal dan Tahun Baru 2026 Polres Blora Dirikan 5 Pos dan Terjunkan 163 Personel Gabungan

Ia mengungkapkan, meski pekerjaan istrinya lebih longgar, permintaan anak membuatnya antusias menjalankan peran ayah secara langsung di sekolah.

“Mengambil rapor memang tugas orang tua. Kebetulan saya piket siang, jadi ada waktu. Anak juga butuh perhatian bapaknya,” ujar Aipda Anjar.

Aipda Anjar menilai momen ayah mengambil rapor tidak akan terulang selamanya, sehingga harus dimanfaatkan selama anak masih duduk di bangku sekolah.

“Mumpung mereka sekolah, kita terlibat penuh. Nanti kalau sudah kuliah, tidak ada lagi momen ambil rapor. Kita hanya menunggu sampai mereka wisuda,” pungkasnya.

TYA WIDYA