JEPARA (SUARABARU.ID) – SMP N 3 Welahan mengadakan dialog Interaktif tentang stop bullying dengan tema;”ciptakan sekolah yang nyaman dan aman Jumat (19/12-2025) . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa.
Sebagai pemateri adalah TIM BK SMP N 3 Welahan dan di pandu oleh urusan kesiswaan, Taufiq Nugroho N, M.Pd. Dialog ini dibuka oleh Kepala SMP N 3 Welahan, Duhron Firdaus, S.Pd, M. Pd.
Dalam sambutannya, Duhron Firdaus, S.Pd, M. Pd. menegaskan bahwa bullying adalah musuh bersama di SMPN 3 Welahan. “Banyak praktik buliyying yang terjadi diantara murid, seperti, memangil nama orangtua, menghina kelemahan fisik dan membuat grup berdasar atas kepunyaan,” urainya

Menurut Duhron Firdaus, momen dialog ini sangat tepat dengan momentum jelang liburan sekolah semester satu yang tentu murid akan lebih banyak berkumpul dengan masyarakat luas.”Karena itu dialog ini dapat memperkuat benteng pertahanan siswa agar tidak terseret dalam kebiasaan membuli teman,” tegasnya
Sementara Taufiq N N, M.Pd saat menjadi pemandu dialog memberikan pencerahan jangan terprovokasi membuli dan jangan pula berpotensi untuk di buli. “Pembulian karena merasa kuat dan minim akhlaq, korban bully terjadi karena lemah dan tidak bisa berkomunikasi dengan baik,” terangnya

Sedangkan guru BK SMPN 3 Welahan, M Supeno S.Pd yang menjadi narasumber menegaskan murid harus berani menyampaikan kepada wali kelas, BK, Kesiswaan atau bahkan kepala sekolah jika terjadi kekerasan fisik maupun verbal.
Supeno menjelaskan. ada beberapa bullying, yang pertama bullying verbal, lewat kata yang mengintimidasi dan merendahkan orang lain. Yang kedua, bullying fisik dengan menyakiti fisik korban yang lemah, yang ketiga bullying sosial dan terakhir bullying ciber. “Dengan maraknya sosial media maka kekerasan verbal diantara murid sangat berpotensi timbul,” tegasnya.
Karena itu Nora Sofiana , sebagai Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Welahan menjelaskan komunikasi, dialog pendekatan humanis seperti dialog interaktif ini sangat bermanfaat. “Hal ini terbukti dengan berbicaranya (speak up) para korban bullying. Korban bullying berpotensi menjadi pembully,” ungkapnya
Dialog ini berlangsung semarak. Sebab siswa juga dihibur dengan nyanyian para juara lomba karaoke sehinga terkesan santai namun pesannya tersampaikan.
Sekali lagi Taufiq NN berpesan teruslah belajar, teruslah berkawan, saling menghargai pandai berkomunikasi dan jaga agar kesehatan mental terus terjaga. Murid adalah pemuda hari ini dan pemimpin esok hari, menjadi generasi emas(the gold generation) yang akan membangun negeri ini yang cerdas pengetahuan dan berakhlaqul karimah.
Hadepe -Taufiq Nugroho N, M.Pd













