Belum lama ini, dalam upaya memperkuat identitas daerah dan melestarikan sejarah lokal, Pengurus Daerah (PD) Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara menggelar acara Gelar Wicara Idaroh Literasi pada Kamis (11/12).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian acara Semarak Museum RA Kartini Jepara (SEMURIA) dan Pameran Obyek Pemajuan Kebudayaan ini diselenggarakan di Gedung Museum RA Kartini (Pendopo Kabupaten Jepara) Selama dua hari, Kamis dan Jumat 11-12 Desember 2025.

Mengusung tema “Merajut Ingatan Kolektif Masyarakat Bersama Museum Kartini Jepara”, gelar wicara yang bertujuan membuka ruang dialog lintas perspektif ini mempertemukan museum sebagai institusi artefak pelestari, pegiat sejarah sebagai penjaga narasi, serta TBM sebagai garda terdepan literasi akar rumput dan pelestari sastra lisan.
Muhammad Ali Burhan, S.H Ketua PD Forum TBM Jepara menyampaikan bahwa pelestarian sejarah tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya Museum memiliki peran vital sebagai ruang edukasi dan dokumentasi. Namun, di akar rumput, TBM dan komunitas sejarah memiliki peran strategis dalam merawat sastra lisan dan ingatan kolektif warga.
“Pada kesempatan ini kami berharap masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi pada visi misi yang selaras dalam merawat ingatan kolektif tidak hanya soal Kartini saja namun berbagai elemen lokal seperti sejarah tutur, permainan tradisional, seni tradisional serta artefak-artefak peninggalan yang ada di Jepara.” Terang Lia Supardianik saat diskusi.
Gelaran wicara yang dimoderatori oleh Avis Nur mufida ini membahas Peran Museum yang dipaparkan oleh Lia Supardianik, S.Sos, M.H. dari Museum Kartini Jepara. Jepara di Mata Nusantara dan Global oleh Peneliti Sejarah dan Budaya Ali Romdhoni, M.A., Ph.D. Pentingnya Aktivitas Pegiat Sejarah Disampaikan oleh M. Dalhar, S.S. Pemerhati Sejarah Jepara. Hingga Peran TBM dalam Pelestarian Sastra Lisan oleh Ketua Forum TBM Jepara Muhammad Ali Burhan, S.H.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengelola TBM se-Jepara, pegiat literasi dan sejarah, komunitas budaya, guru, pelajar, Mahasiswa, hingga masyarakat umum pemerhati budaya Jepara.
“Melalui kegiatan Semuria dan Gelar Wicara ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, komunitas, dan akademisi. Hasil diskusi ini nantinya akan didokumentasikan sebagai rekomendasi penyimpanan memori kolektif Jepara, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan kebudayaan daerah.” Pungkas Burhan dalam diskusi.
Septiana Wibowo













