blank
Narasumber bersama guru pembimbing Kelas Pelajar Mengukir. Foto: Septiana Wibowo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Terjadinya krisis pengukir Jepara yang terjadi dalam sepuluh tahun terakhir karena semakin menurunnya minat masyarakat, utamanya anak-anak muda terhadap seni ukir,  dijawab oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara dengan membuka  program Kelas Pelajar Mengukir bagi pelajar SD hingga mahasiswa.

Untuk kelas Pelajar Mengukir Angkatan ke-3 yang berlangsung di galeri Jepara Wood Carving Performance Pantai Kartini Jepara yang diikuti pelajar dari SMPN 1 Kalinyamatan dan SMPN 1 Welahan, Senin 8 Desember 2025. “ Kegiatan yang berlangsung dua hari ini dimaksudkan  untuk  mengenalkan seni ukir kepada para pelajar,” ujar Drs Suyoto, Sekretaris Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara

“Harapan kami  setelah ini ada keberlanjutan hingga tumbuh minat dan kecintaan anak-anak pada seni ukir,” ujar Suyoto yang menjadi instruktur bersama Sutarno, Muskamah dan Ama Rahmawati.  Salah satu yang kami rencanakan adalah mengadakan lomba ukir khusus  untuk para peserta Kelas Pelajar Mengukir, tambah Suyoto yang juga mantan guru ukir SMKN 2 Jepara.

blank
Suyoto dan Sutarya saat memberikan bimbingan. Foto: Septiana Wibowo

Kelas Pelajar Pengukir ini menjadi sangat penting karena pelestarian alamiah melalui keluarga pengrajin ukir semakin berkurang. “Sementara lembaga pendidikan yang harusnya menjadi ekosistem pendidikan yang paling bertanggungjawab terhadap pelestarian budaya tidak dapat menjalankan fungsinya karena  seni ukir tidak bisa masuk dalam kurikulum sekolah. Disamping itu ada keterbatasan guru pembimbing dan sarana serta prasarana,” urai Suyoto.

Pelajar Mengukir ini menurut guru pembimbing dari SMPN 1 Kalinyamatan, Nimas Angganingtyas  sangat bermanfaat untuk mengenalkan seni ukir pada siswa. “Karena itu perlu dilaukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang ada di Jepara,” tambahnya.

blank
Siswa antusias ikuti Kelas Pelajar Mengukir Angkatan ke – 3. Foto: Septiana Wibowo

Sementara Rofi’i, M.Pd,  Kepala SMPN 1 Welahan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan  Kelas Pelajar Mengukir. “ Ini salah satu cara yang tepat untuk mengenalkan anak pada seni ukir yang merupakan kekuatan utama budaya Jepara,” ujarnya. Harapan kami kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berjenjang, pintanya

Septiana Wibowo