JEPARA (SUARABARU.ID) –Hari Pahlawan diperingati untuk mengenang peristiwa heroik pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945, yaitu pertempuran besar antara rakyat Indonesia melawan tentara Inggris dan Belanda. Pertempuran meletus setelah rakyat Indonesia menolak ultimatum Inggris agar menyerahkan senjata dan berlangsung selama tiga minggu dengan semanagat “ merdeka atau mati,”
Pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, jasanya sangat besar terhadap bangsa Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia harus selalu mengenang dan mendoakan para pahlawan Indonesia.
Peringatan hari Pahlawan diberbagai instansi baik instansi pendidikan atau instansi lainnya sudah dilaksanakan. Namun peringatan di desa Tubanan dilaksanakan pada hari Senin, 24 November 2025 di alun-alun desa Tubanan. Karang Taruna Dharma Persada desa Tubanan bekerja sama dengan pemerintah desa, donatur, sponsor, masyarakat gelar sholawat bersama para habib.

Kegiatan Tubanan bersholawat ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan yaitu: M. Ibnu Hajar, SE (Wakil bupati Jepara), Ahmad Widiyanto, SE.MM (Camat Kembang), Iptu Heru Setyawan,SH. (Kapolsek Kembang), Babinsa Sertu Miftahul Hudaya, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Peringatan hari Pahlawan diawali dengan pembacaan haul massal di masing-masing masjid wilayah Tubanan dan pameran UMKM di sekeliling lokasi. Khotmil Qur’an bil Ghoib oleh KH. Syafik Al-Hamil, Sholawat bersama Habib Zaidan Bin Yahya dengan hadroh Sekar Langit. Sholawat menggema memenuhi angkasa raya, peserta yang hadir ikut melantunkan sholawat mengikuti Habib Zaidan bin Yahya seraya berdoa memohon kepada Allah SWT. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Habib Mustofa dari Tuban Jawa Timur.

Melalui kegiatan bersholawat ini, Karang Taruna Dharma Persada desa Tubanan ingin menghadirkan sebuah momentum yang bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai ikhtiar bersama untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan negeri ini.
Adib resis Pratama ketua Karang Taruna Dharma Persada dalam sambutannya mengatakan, “Meneladani Semangat Pahlawan, Menggema Sholawat untuk Negeri,” merupakan tema pengajian ini. Hal ini mengandung pesan bahwa semangat kepahlawanan harus diwarisi oleh generasi muda melalui akhlak, kepedulian sosial, dan semangat religius yang kuat.

Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah desa Tubanan, para donatur, sponsor, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan moral maupun material, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih juga kepada seluruh anggota karang taruna dan remaja masjid yang telah kompak bekerja sama mensukseskan acara. Semoga seluruh dukungan dan kebaikan tersebut dicatat sebagai amal shalih dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT, ucap Adib.
Nabi Muhammad SAW sebagai panutan (teladan) umat, “lampu sing madhangi” cahaya yang menerangi ummat manusia. Pikiran-pikiran kotor, sering marah-marah, ingin hati tentram, ingin anaknya nurut dengan orang tua, mendapatkan keberkahan hidup di dunia dan akhirat semuanya bisa didapatkan dengan membaca sholawat, ucap KH. Rojih Ubab Maemun dalam tausiyahnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian Karang Taruna Dharma Persada kepada masyarakat. Selain rangkaian sholawat dan pengajian akbar, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi UMKM lokal agar semakin berkembang dan dapat turut menggerakkan perekonomian desa Tubanan.
Semangat berkiprah untuk desa Tubanan tercinta para pemuda, semoga kegiatan ini memotivasi para remaja lainnya untuk berkarya, ucap Untung Pramono.
Dengan bersholawat semoga mampu mempererat silaturahmi, menghidupkan syiar Islam, menumbuhkan semangat kepahlawanan di hati generasi muda, serta membawa keberkahan dan kedamaian bagi desa Tubanan, kecamatan Kembang, dan Kabupaten Jepara pada umumnya, ucap Hyah Helen Permatasari sekretaris Karang Taruna.
Hadepe – Rofiatun, guru SDN 3 Tubanan













