GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Perjalanan panjang Nikolas Putra Devandriano dalam dunia karate makin menarik perhatian publik setelah ia menoreh hasil gemilang pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional.
Prestasi Niko, sapaan akrabnya, membuat namanya melambung sebagai atlet pelajar yang tampil disiplin, konsisten, dan berkarakter kuat di setiap laga.
Keberhasilannya di O2SN turut menempatkan Niko sebagai salah satu karateka muda yang berpotensi besar untuk bersaing di kancah internasional.
BACA JUGA : Kota Semarang Genjot Stabilitas Harga dan Atasi Food Waste Lewat Program Pangan 2025
Sebagai atlet pelajar, Niko menunjukkan performa menonjol melalui latihan intensif dan komitmen tinggi, khususnya pada kategori kata yang menjadi spesialisasinya.
Selama tiga tahun terakhir, Niko menekuni karate di Dojo Warior Purwodadi, tempat ia memperdalam teknik, ketepatan gerak, serta strategi pertandingan secara lebih profesional.
Sebelum itu, ia pernah berlatih di Royal Akademik Bekasi saat masih menempuh pendidikan di SMPN 1 Purwodadi untuk memperkuat dasar-dasar tekniknya.
Ketertarikannya pada karate muncul sejak duduk di bangku SD setelah mengikuti ekstrakurikuler, lalu ia melanjutkan latihan di sebuah dojo yang berada di belakang kantor Dispermades Grobogan.
Memasuki kelas 4 SD, Senpai Nur Rochman, sang pelatih yang juga guru olahraga SMPN 1 Purwodadi, mulai membimbing Niko dan membentuk fondasi teknik serta mental bertandingnya.
Pendampingan dari Senpai Nur Rochman menjadi bekal penting bagi Niko ketika ia mulai tampil di POPDA dan turnamen-turnamen nasional.
Pengalamannya mengikuti kejuaraan di Yogyakarta memberikan wawasan luas tentang kerasnya persaingan karate nasional sekaligus memperkaya strategi yang ia gunakan di arena.
Awal lompatan prestasinya terjadi pada kelas 9 ketika Niko berhasil menjuarai sebuah kejuaraan internasional karate di Kuala Lumpur, Malaysia.
BACA JUGA : Pemkot Semarang Berangkatkan 105 Peserta Perjalanan Keagamaan ke Turki, India, dan Arab Saudi
Niko menjalani latihan ketat enam hingga tujuh kali dalam sepekan, dengan durasi tiga hingga lima jam setiap sesi untuk menjaga ketepatan gerak dan kekuatan fisiknya.
“Latihan memang menguras tenaga, tapi saya percaya setiap proses berat akan membawa saya selangkah lebih dekat pada prestasi,” ungkapnya Nikolas, putra kedua Andry Fajar Irianto dan Afra Devi Elvandari ini.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pertandingan menjadi ruang belajar baginya untuk naik tingkat dan memperbaiki performa.
Ketekunan tersebut berbuah manis ketika ia merebut emas POPDA SMA pada kategori kata perorangan yang menjadi andalannya.
Memasuki Juli 2025, Niko mengikuti seleksi di Cabang Dinas Pendidikan menuju O2SN dan berhasil tampil sebagai juara pertama.
Prestasinya berlanjut pada Agustus 2025 saat ia meraih gelar juara O2SN tingkat provinsi di Solo, mempertegas dominasinya di arena karate pelajar.
Puncaknya terjadi pada kompetisi nasional 19–21 November 2025 di Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, yang menghadirkan persaingan ketat dari berbagai provinsi.

Pada babak penyisihan, Niko menjalani enam pertandingan yang menuntut stamina tinggi melawan atlet dari Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Riau.
Laga final melawan wakil Jawa Timur menjadi penentu, di mana ketenangan dan presisi geraknya mengantar Niko keluar sebagai pemenang.
BACA JUGA : Warga Tegal Ditemukan Tewas di Bekas TPK Songgom Brebes, Diduga Akibat Pembunuhan
Kemenangan tersebut mengantarkannya ke Pelatnas Pelajar, tempat ia dipersiapkan menuju kejuaraan internasional Olimpiade Pelajar yang rencananya digelar di Eropa.
Di tengah padatnya latihan, Niko tetap menjaga fokus pada pendidikan dan bercita-cita melanjutkan studi ke Akademi Militer (Akmil).
“Untuk apapun yang saya dapatkan saat ini, semua juga berkat dukungan dan motivasi dari kedua orang tua saya dan juga kakak serta adik saya,” ujar Nikolas.
TYA WIDYA













