WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Pecinta kuliner tempo doeloe di Wonosobo, Jawa Tengah, bersiap untuk bernostalgia. Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat akan menggelar Festival Kuliner Legend (FKL).
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Gedung Sasana Adipura Kencana mulai Jumat hingga Minggu, 21–23 November 2025 besok. Wisata kuliner ini dibuka sejak pukul 07.00 WIB pagi sampai jam 21.00 WIB malam.
Festival Kuliner Legend ini akan menampilkan 20 stand jajanan jadoel yang diharapkan dapat memanjakan lidah sekaligus membangkitkan kenangan kuliner khas daerah pegunungan ini.
Selain warga lokal, festival ini juga ditargetkan dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah. Para ASN, karyawan BUMN/BUMD, anggota TNI-Polri, gen Z, generasi milenial, ber berbagai komunitas dan masyarakat umum juga bakal meramaikan perhelatan akhir tahun itu.
Ketua Panitia Festival Kuliner Legend, Agus Supriyadi, menekankan bahwa wisata kuliner kini telah menjadi salah satu daya tarik utama masyarakat, anak muda dan wisatawan daerah ini.
“Wonosobo punya potensi besar di wisata kuliner berupa makanan dan minuman yang perlu terus dikembangkan sebagai cagar kuliner daerah agar tetap lestari dan dikenal luas,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Lebih dari sekadar ajang makan-makan, lanjut Agus, festival ini juga merupakan perayaan keberagaman rasa, cerita dan tradisi kuliner yang melibatkan pelaku UMKM, restoran, dan komunitas pecinta kuliner.
“Pengunjung festival tidak hanya akan dimanjakan dengan berbagai hidangan, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni, edukasi kuliner, promosi budaya dan destinasi wisata,” katanya.
Agus menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pelaku UMKM bidang kuliner dalam memperluas promosi produk unggulan mereka.
“Melalui festival kuliner, pelaku usaha bisa memperluas jejaring bisnis dan membuka kolaborasi baru yang bermanfaat bagi pertumbuhan UMKM lokal,” jelasnya.
Panggung Hiburan

Festiva ini diharapkan tidak hanya berdampak positif secara ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan citra Wonosobo sebagai destinasi wisata kuliner yang unik.
Dengan mengangkat kembali jajanan legendaris, KJW bertekad untuk memastikan kuliner tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Diharapkan, festival kuliner ini bisa menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat identitas daerah, menggerakkan ekonomi lokal dan menarik wisatawan yang ingin merasakan keunikan ragam kuliner Wonosobo,” tandas Agus.
Aneka kuliner yang akan tersaji di acara tersebut yakni, Nasi Goreng Pak Giri, Entok Gobyos Harmoni, Roti Bakar Bawah Rita, Ronde Klangenan, Sate Ayam Kampung Pak Dal, Bakso Bang Kabul dan Kupat Tahu SMAN 1 Wonosobo.
Masih ada pula kuliner Sate Kambing Sarirasa, Soto EDS, Mie Ayam Giyo, Saoto Sapi Kuali Bumiroso, Restoran Dieng, Brongkos Warung Biru Pojok, Mie Syalala, Bubur Kacang Ijo Prapatan, Bubur Kacang Ijo Prapatan, Restoran Asia, Sagon Pak Slamet, Megono Mbah Sastro Kalianget dan Mie Ongklok.
Festival Kuliner Legend ini juga akan diramaikan oleh panggung hiburan. Seperti pertunjukan musik modern dengan menampilkan band-band modern. Musik dan tari tradisi yakni tari lengger Hok Ya serta tarian rakyat.
Selain itu, juga ada penampilan penyanyi Hendra Kumbara dengan keroncong musikalitas, tari sekar tanjung dari siswa-siswi SLB/B Don Bosco, musik band, Wonosobo Rock Comunity (WRC) dan sanggar musik akustika.
Ada juga lomba food fotografy, lomba mewarnai gambar siswa PAUD, TK dan SD, talk show kuliner, jalan pintas dengan menelusuri rasa dan jejak sejarah kuliner Wonosobo.
Di luar itu, masih ada event slow runner dan citywalk yang akan diikuti komunitas gen Z. Acara ini hendak memadukan semangat olahraga pagi dengan pengalaman menikmati kuliner tradisional khas Wonosobo dalam satu rangkaian acara yang menyehatkan, meriah dan bernilai budaya.
Muharno Zarka













