blank
Logo PSIS. Foto: dok/facebook

SEMARANG (SUARABARU.ID) — Rencana akuisisi PSIS Semarang oleh calon investor yang selama beberapa bulan terakhir mencuri perhatian publik akhirnya kandas setelah proses negosiasi tidak mencapai kesepakatan final.

Pemegang saham pengendali PT Mahesa Jenar Semarang (PT MJS) memastikan seluruh rangkaian pembahasan yang mengarah pada penjualan saham klub resmi dihentikan.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Joni Kurnianto selaku juru bicara pemegang saham pengendali.

BACA JUGA : Dugaan Pungli, Inspektorat Kudus Periksa Seorang Kades dan Lurah

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa proses penjajakan yang berjalan intens sejak awal tidak menemukan kesepahaman di sejumlah poin penting yang menjadi fondasi utama transaksi akuisisi.

Menurut Joni, pertemuan demi pertemuan telah digelar untuk mempertemukan visi dua pihak. Namun sejumlah aspek material yang dianggap krusial bagi keberlangsungan klub tidak mendapatkan kesepakatan yang seimbang. Kondisi inilah yang pada akhirnya membuat proses negosiasi tidak dapat dilanjutkan.

“Setelah melalui diskusi panjang dengan mempertimbangkan kelangsungan klub dan seluruh pemangku kepentingan, tidak ada titik temu yang memadai dalam beberapa aspek material,” ujar Joni dalam keterangan resmi yang diterima Sabtu (15/11/2025).

Ia menambahkan bahwa keputusan mengakhiri proses akuisisi bukan langkah yang mudah. Namun bagi pemegang saham, menjaga keberlanjutan PSIS Semarang dianggap lebih penting daripada memaksakan kesepakatan yang berpotensi membebani klub di masa mendatang.

Dengan tidak tercapainya kesepakatan tersebut, PT MJS akhirnya mengambil keputusan final untuk menghentikan seluruh proses negosiasi.

Pihak manajemen menyebut langkah ini diambil demi menjaga stabilitas internal klub yang tengah menjalani musim dengan berbagai tantangan.

“Berdasarkan pertimbangan menyeluruh, rencana akuisisi dan penjualan saham secara resmi dibatalkan,” lanjut Joni.

Ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil dengan penuh tanggung jawab demi menghindari potensi risiko terhadap operasional dan masa depan tim.

Meski proses tidak berujung pada transaksi, keluarga besar Sukawi selaku pemegang saham menyampaikan apresiasi terhadap etika, sikap kooperatif, serta profesionalitas calon investor selama proses penjajakan berlangsung. Mereka menilai hubungan personal yang terbentuk tetap terbina baik.

Joni juga memastikan bahwa pembatalan ini tidak menimbulkan gesekan di antara kedua pihak. Menurutnya, komunikasi tetap berjalan positif sehingga kemungkinan kolaborasi pada masa mendatang tetap terbuka, meski tidak dalam konteks transaksi yang sama.

Pembatalan akuisisi ini menjadi salah satu dinamika besar dalam perjalanan PSIS musim ini. Publik dan pendukung setia Laskar Mahesa Jenar sebelumnya berharap munculnya investor baru dapat memberi dorongan segar pada manajemen dan struktur organisasi klub.

Situasi tersebut turut memunculkan harapan akan pembenahan internal, terutama di sektor nonteknis yang sering menjadi sorotan suporter.

Namun dengan batalnya proses akuisisi, PSIS kembali harus fokus pada upaya mempertahankan performa kompetitif sembari menata arah manajemen.

Joni menegaskan bahwa PT MJS tetap berada pada komitmen awal, yakni menjaga stabilitas klub di tengah berbagai tekanan dan ekspektasi. Ia menyebut keberlangsungan operasional tim akan terus diprioritaskan agar PSIS mampu menjalani kompetisi tanpa gangguan.

Meski demikian, publik masih menunggu sikap resmi manajemen apakah peluang masuknya calon investor baru akan kembali dibuka.

Hingga saat ini, PT MJS belum memberikan sinyal terbuka terkait kemungkinan penjajakan investor lain.

Dalam waktu dekat, manajemen PSIS diperkirakan akan mengumumkan rencana jangka pendek sebagai langkah responsif pascapembatalan negosiasi. Langkah ini diharapkan menjadi penunjuk arah klub dalam menatap sisa musim yang masih menyisakan banyak tantangan.

BACA JUGA : Komisi C DPRD Kebumen Soroti Mobil SPPG Pelat Luar Daerah

Para pendukung PSIS kini menantikan kejelasan strategi baru yang dipilih manajemen. Mereka berharap keputusan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh untuk memperkuat klub baik dari sisi organisasi, finansial, maupun pencapaian kompetitif.

Meski rencana akuisisi gagal terwujud, PSIS Semarang tetap diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang.

Konsistensi manajemen dalam merawat klub serta dorongan suporter menjadi bekal penting bagi Laskar Mahesa Jenar untuk melanjutkan perjalanan di musim ini.

TYA WIDYA