SEMARANG (SUARABARU.ID) – Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang datang tanpa peringatan. Getarannya bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, yang meninggalkan dampak tak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga trauma bagi korban yang mengalaminya.
Menyadari pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, SMP Kesatrian 1 Semarang menggelar kegiatan sosialisasi dan mitigasi bencana gempa yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB ini diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan SMP Kesatrian 1 Semarang. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, ketika tim dari BPBD tiba di sekolah dengan membawa berbagai perlengkapan simulasi bencana, mulai dari poster edukatif, alat peraga, hingga perlengkapan pertolongan pertama.

Menumbuhkan Kesadaran Sejak Usia Sekolah
Kepala Sekolah SMP Kesatrian 1 Semarang, Ning Mulyati, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membentuk karakter tangguh dan peduli lingkungan di kalangan peserta didik.
“Kami ingin membekali anak-anak tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan kesadaran dan keterampilan menghadapi situasi darurat. Mitigasi bencana adalah bentuk nyata pendidikan karakter, karena melatih mereka untuk tetap tenang, sigap, dan saling menolong,” ujar Ning dengan penuh semangat.
Ia menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi rintisan SMP Kesatrian 1 Semarang menuju SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana). Melalui SPAB, dimana sekolah diharapkan menjadi lingkungan yang aman, tangguh, serta siap menghadapi potensi bencana dengan sistem yang terencana dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami mulai menyiapkan langkah-langkah menuju sekolah yang benar-benar aman bencana. Tidak hanya pada sisi fisik bangunan, tetapi juga pada kesiapan mental, keterampilan, dan budaya siaga di seluruh warga sekolah,” lanjutnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan program sekolah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), khususnya dalam kebiasaan bermasyarakat dan gemar belajar. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kepedulian, gotong royong, serta tanggung jawab sosial dapat ditanamkan sejak dini.
Pembelajaran Kontekstual yang Menghidupkan Sekolah
Dalam sesi sosialisasi, narasumber dari BPBD Kota Semarang menjelaskan secara rinci tentang penyebab terjadinya gempa bumi, wilayah rawan gempa di Indonesia, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang harus dilakukan ketika terjadi guncangan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana, disertai gambar, video pendek, dan simulasi interaktif.













