blank
Suhadi Achmad (46), pengukir yang tinggal di RT 05/ RW 01 Desa Dongos, Kecamatan Kedung, juara I Lomba Ukir Tahun 2024. Foto: Dok Pribadi

JEPARA (SUARABARU.ID) – Saat tahu karyanya yang dipajang di Gallery Wood Carving Performance Pantai Kartini Jepara dibeli oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, Suhadi Achmad (46), pengukir yang tinggal di  RT 05/ RW 01 Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Jepara mengaku bangga.

Ia tak menyangka relief sholawat itu bisa  menghiasi rumah mas Wabup. “Relief itu saya buat saat lomba Cipta Karya Cinderamata tahun 2025 yang diselenggarakan pas bulan maulud. Hanya saja nilai jualnya di atas kriteria yang ditentukan oleh panitia, yaitu  Rp. 50 ribu,” kenang  Suhadi

blank
Wakil Bupati Jeara Gus Hajar saat mengamati karya Suhadi yang dipegang oleh Kepala Kanor Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin. Foto: Yayasan Peluk Jepara

Namun demikian, juara III lomba ukir tahun 2022 dan juara I  tahun 2024 yang akrab disapa Kang Hadi ini masih  berharap, karyanya bisa di koleksi  Bupati Jepara Witiarso Utomo, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi   dan bahkan Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah pengukir dari kampung.

Suhadi biasa  mengerjakan  macam – macam gebyok, pigura, meja kursi, almari, dan  kaligrafi. “Saya kini mengerjakan pesanan di rumah. Kalau dulu bekerja di pabrik-pabrik,” tutur Suhadi yang setelah lulus SD memilih belajar di pesantren.

blank
Suhadi juara I Lomba Ukir Jepara Bangkit tahun 2024 bersama Sutarno, juara II saat menerima hadiah dari Ahmad Luthfi yang diserahkan oleh Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Foto: Yayasan Peluk Jepara

Suhadi yang telah menekuni seni ukir sejak tahun 2000 ini memang dikenal sebagai pengukir yang kreatif dan tekun. Ia belajar ukir dari saudaranya yang bernama Sutekno  saat itu  masih tinggal di Desa Mantingan. “Namun kini beliau pindah ke Ngabul,” ujarnya.

Dengan mengukir itu Kang Hadi bisa menghidupi keluarganya. Dari hasil pernikahannya dengan Siti Masrukhah (43), ia dikaruniai dua orang anak perempuan. Anak pertama sudah lulus MA. Matholi’ul Huda Bugel dan kini mondok di Pondok Pesantren Al. Maun, sedang menghafal Al Qur’an. Sedang putri kedua sekarang kelas 7, di MTs. Matholi’ul Huda Bugel.

“Saat itu  penghasilan pengukir masih tinggi, hingga banyak anak muda yang ingin belajar dan menekuni  seni ukir. Sayang kini tidak banyak lagi anak muda yang mau menekuni warisan leluhurnya karena pekerjaan lain lebih mensejahterakan,” tutur Suhadi.

blank
Suhadi, (depan kanan) saat meraih juara III Lomba Ukir Tahun 2022. Foto: Yayasan Pelestari Ukir Jepara

Harapannya Kang Hadi,  seni ukir dapat kembali bangkit dan tetap lestari karena pengukir mendapatkan upah yang wajar hingga dapat mensejahterakan keluarganya dan bisa memberikan pendidikan yang setinggi – tingginya kepada anak – anaknya.

Karena itu Suhadi mengaku mendukung kebijakan Bupati Jepara Witiarso Utomo yang menjadikan pelestarian seni ukir bagian penting dalam program Jepara Mulus. Juga pengabdian para pelestari ukir yang berada di Yayasan Pelestari Ukir Jepara.

Hadepe