blank
Di sela kegiatan Bimtek Mulok Bahasa Jawa, dilakukan juga penandatanganan RKS antara MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng dengan BBJT. Foto: dok/bb

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah (BBJT), belum lama ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Jawa.

Kegiatan yang dilakukan di Aula Cipto Mangunkusumo, BBJT, Ungaran, Kabupaten Semarang itu, bersamaan dengan dilakukannya penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS) antara MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng dan BBJT.

Dalam kesempatan itu pula, dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari Bupati Rembang dan MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, kepada BBJT. Hadir dalam acara itu, Kepala BBJT Dwi Laily Sukmawati SPd MHum, Kepala Subbagian Umum Andy Rahmadi Santoso SKom, serta Koordinator Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra, Shintya MS.

BACA JUGA: Fakta Mengejutkan! Ada 187 Titik Hotspot LGBT di Kudus Jadi Pemicu HIV/AIDS

Dalam keterangan tertulisnya, Dwi Laily mengatakan, pihaknya saat ini berinovasi dengan Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja) Masuk Sekolah (SMS).

Sibaja sendiri dilengkapi dengan modul, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan permainan interaktif, yang dapat diakses di aplikasi. Saat ini BBJT terus menyosialisasikan Sibaja ke sekolah-sekolah di Jateng.

”LKS-nya juga berjenjang, dari SD, SMP, hingga SMA. Jadi, silakan nanti disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di sekolah masing-masing,” kata Dwi Laily.

BACA JUGA: Percepat Surutnya Banjir, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter/Detik

Dia berharap, MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, dapat menyumbangkan kosakata yang khas di daerah masing-masing, ke dalam kamus budaya itu. Kemudian, kosakata itu dikenalkan kepada peserta didik.

”Kepada bapak, ibu yang aktif menulis, Balai Bahasa Jateng memiliki dua majalah, Karas dan Swaratama, majalah sastra dan bahasa. Silakan yang ingin mengisi di kedua majalah itu bisa menghubungi kami,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng, Trimo SPd MPd menyampaikan, kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Hadirkan Festival Wayang Semesta di Simpang Lima

”Ada pertanyaan dari daerah, kenapa sekarang sinden disuruh melatih macapat, lalu pranatacara disuruh melatih pidato bahasa Jawa. Ya, itu semua karena manfaat dari FTBI yang sudah terasa di masyarakat,” ungkap dia Trimo.

Dengan adanya revitalisasi bahasa daerah yang difasilitasi BBJT, MGMP Bahasa Jawa SMP Jateng dapat melakukan kegiatan untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, dalam program itu.

”Alhamdulillah, berkat adanya revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa Jateng, kita dapat berkumpul seperti ini,” tandasnya.

Riyan