JAKARTA (SUARABARU.ID) – Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Provinsi Jawa Tengah, mengincar gelar juara umum dalam Festival Dalang Anak (FDA) Nasional 2025. Festival ini, digelar oleh Rumah Pewayangan Indonesia di Jakarta, berlangsung Senin sampai dengan Rabu Tanggal 3 – 5 November 2025.
Untuk mewujudkan tekadnya tersebut, Jawa Tengah mengirimkan sebanyak lima dalang cilik terbaiknya, yang bertanding melawan 8 provinsi lainnya. Lima dalang cilik jago Jawa Tengah itu, dipilih setelah lolos seleksi ketat pada kejuaraan FDA Tingkat Provinsi.
Event ini, merupakan agenda tahunan Pepadi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jawa Tengah serta Forum UKM Kesenian Jawa UNNES. Yang digelar di Kampung Budaya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Minggu (5/10/25) lalu.
FDA tersebut, dilaksanakan dengan tujuan untuk melestarikan seni pedalangan. Juga dalam upaya mencetak generasi muda dalang muda yang berkarakter, berkompeten dan memahami nilai-nilai budaya Jawa yang adi luhung.
Gelaran FDA tingkat nasional, diharapkan menjadi momentum penting untuk regenerasi seni pedalangan Indonesia. Event ini, sekaligus memperkuat posisi Provinsi Jawa Tengah, sebagai pusat budaya dan pewayangan Tanah Air.
Wonogiri
Kelima dalang jago Jawa Tengah ini, terdiri atas Danendra Dananjaya Djuanda (Kategori A) dari Kota Semarang, Kenzie Lintang Trenggono (Kategori A) dari Kabupaten Semarang, Respati Listyatmoko (Kategori B) dari Kabupaten Wonogiri, Syafathur Dwi Aprian (Kategori B) dari Kabupaten Cilacap, serta Muhammad Amin Al Basri (Kategori B) dari Kabupaten Rembang.
”Ini saya tengah mendampingi Respati ke Jakarta,” jelas Ketua Pepadi Kabupaten Wonogiri Ki Eko Sunarsono SSn. Eko yang seniman dalang ini, menyatakan, Respati ikut di kategori B, untuk rentang usia 12 hingga sebelum 16 tahun. Kalau kategori A, untuk peserta berusia 8 sampai sebelum 12 tahun.
Kepada awak media, Sekretaris Pepadi Jateng, Bambang Sulanjari, mengatakan, persiapan menuju festival nasional dilakukan secara bertahap. Yakni sejak seleksi di tingkat Korwil hingga ke Tingkat Provinsi. Harapannya, anak-anak bisa menunjukkan keterampilannya secara maksimal. dan mampu meraih gelar juara di tingkat nasional.
Jago dalang cilik Provinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional tersebut, sebelumnya telah mendapatkan pelatihan intensif. Termasuk pembinaan tentang anggah-ungguh (sopan santun) dan penggunaan Bahasa Jawa halus. Hal ini penting diberikan sebagai tambahan bekal, karena generasi muda sekarang, cenderung lemah dalam penguasaan Bahasa Jawa. Mereka pada umumnya kurang fasih dalam basa krama, krama madya dan krama inggil.
Dalam pembinaan, mereka juga dimatangkan dalam aspek sulukan, dodokan dan keprakan yang menjadi bagian penting dalam pagelaran wayang kulit. Karena itu semua, masuk dalam satu kesatuan teknik mendalang. Tanpa meremehkan kemampuan peserta dari provinsi lain, Kontingen Dalang dari Provinsi Jawa Tengah, bertekad akan tampil secara maksimal saat bertanding di Jakarta. Tujuannya, untuk mampu meraih prestasi gelar juara nasional, demi dipersembahkan bagi Jawa Tengah.(Bambang Pur)













