blank
Lokasi penemuan jasad korban dipasangi police line sebelum dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Grobogan. Foto: Tya Widya/dok Polsek Gabus.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Warga Dusun Banjarbanggi, Desa Pandanharum, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan digemparkan oleh penemuan seorang perempuan meninggal dunia di area persawahan pada Sabtu pagi (1/11/2025).

Korban diketahui bernama Wartimah (54), warga setempat yang sehari-hari bekerja mencari rumput untuk ternak.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Sarmini (61), tetangga korban yang juga menjadi orang pertama penemu jasad korban.

BACA JUGA : Atlet Jateng Diminta Tampil Pantang Menyerah untuk Pertahankan Gelar Juara Umum

Menurut keterangan Sarmini, pada Jumat siang (31/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, korban berpamitan untuk pergi ke sawah mencari rumput seperti biasanya.

Namun hingga sore hari, Wartimah tak kunjung pulang ke rumah. Sarmini kemudian mencoba mencari ke area sawah, tetapi hujan deras membuat pencarian dihentikan sementara.

“Karena sudah malam dan hujan turun, saya pulang dulu. Paginya saya niat mau cari lagi,” ujar Sarmini kepada petugas.

Keesokan harinya, Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 06.00 WIB, Sarmini kembali ke sawah untuk melanjutkan pencarian.

Sekitar pukul 07.00 WIB, ia menemukan tubuh korban dalam posisi tersungkur di aliran air persawahan di wilayah Banjarbanggi RT 01 RW 01, Desa Pandanharum.

Melihat kondisi itu, Sarmini segera berlari pulang dan memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga lain, termasuk Darto (37) dan Sunarto (43).

Ketiganya bersama warga sekitar lalu mendatangi lokasi penemuan dan memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Abdul Kohar (28) selaku Kepala Dusun Banjarbanggi, yang segera meneruskan laporan ke Polsek Gabus sekitar pukul 08.00 WIB.

Petugas dari Polsek Gabus, bersama Unit Reskrim dan tim Identifikasi Polres Grobogan, serta tenaga medis dari Puskesmas Gabus 2, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Gabus, Iptu Witoyo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di TKP, polisi menemukan sabit dan karung berisi rumput di dekat jasad korban.

Kemudian, petugas menemukan bahwa lokasi penemuan diketahui berjarak sekitar satu kilometer dari rumah korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar, petugas memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak sesuai adat setempat.

“Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh dalam beberapa bulan terakhir,” jelas Iptu Witoyo.

BACA JUGA : Minat Bertani Menurun, Universitas Muhamadiyah Magelang Gelar Sekolah Tani Mandiri

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, dengan membuat surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

“Korban diduga meninggal dunia karena terjatuh saat penyakit epilepsinya kambuh di sawah,” terangnya.

Adanya insiden tersebut, Kapolsek Gabus, Iptu Witoyo, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga yang memiliki penyakit kronis seperti epilepsi, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

TYA WIDYA