KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) membuka sekolah tani mandiri di Desa Banyuroto, Sawangan, Kabupaten, hari ini (Sabtu, 1/11/25). Kegiatan bertema: Membangun SDM Pertanian Unggul dan Sehat, Menuju Pertanian Berkelanjutan itu digagas oleh Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Unimma.
Ketua MTCC Unimma, Dr Retno Rusdjijati MKes, menyebutkan, tujuan kegiatan itu arahnya adalah para pemuda dari keluarga petani yang cenderung tidak memiliki minat terhadap sektor pertanian. “Kami mencoba memotivasi mereka untuk menggeluti pertanian,” tuturnya.
Konsep yang diberikan adalah pertanian modern. Bukan pertanian yang konvensional.
Lebih lanjut diterangkan, di Desa Banyuroto dan Wonolelo itu merupakan sentra pertanian tembakau. Kini tembakau tidak menjanjikan lagi. Maka diberikan pengetahuan untuk beralih atau berpindah ke komoditas tanaman yang lebih menguntungkan dan modern.
Dia pun menjelaskan, terkait kegiatan itu diberikan undangan kepada 42 warga, ternyata hadir semua. Kegiatan seperti itu akan dilaksanakan tiga tahap. Tahap pertama di wilayah Kabupaten Magelang, kedua di Temanggung dan yang ketiga di Boyolali.
Pemberi materi dari Unimma, terdiri Bambang Pujiarto dan Jefri. Kemudian ada Youtuber dari Purworejo.

Dia menambahkan, kegiatan itu dilandasi fakta bahwa pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan Indonesia, khususnya perwujudan kedaulatan pangan Indonesia. MTCC Unimma yang konsen pada pengendalian tembakau menemukan bahwa
kesejahteraan petani, khususnya petani tembakau makin turun dari tahun ke tahun. Ditambah lagi, masalah regenerasi petani menjadi tantangan besar dalam pembangunan pertanian nasional.
“Banyak pemuda dari keluarga petani, terutama petani tembakau yang kehilangan minat terhadap sektor pertanian, karena dianggap tidak modern dan kurang menjanjikan. Padahal, semestinya di era digital saat ini, pertanian memiliki peluang besar melalui penerapan teknologi, sistem agrobisnis modern dan pemasaran digital.
Namun demikian, ketergantungan ekonomi terhadap tembakau dan konsumsi produk turunannya (rokok) menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan. Data menunjukkan bahwa
konsumsi rokok tinggi di kalangan pemuda desa menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja, beban ekonomi keluarga, serta risiko penyakit kronis.
Oleh karena itu, lanjutnya, kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian dan memperkenalkan digitalisasi pertanian modern. Tetapi juga
sebagai wadah kampanye sadar rokok. Membangun kesadaran kolektif bahwa petani muda agar bisa sukses tanpa ketergantungan pada komoditas maupun konsumsi tembakau.
Di sisi lain, pertanian modern menuntut kesiapan SDM yang maju, baik ilmu maupun teknologinya. Petani milenial diharapkan mampu menjadi resonansi pendorong tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan, yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern.
Peserta Sekolah Tani itu adalah petani milenial dari keluarga para petani dampingan MTCC Unimma yang tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesa (FPMI) di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Penyelenggaraannya dikemas dalam bentuk pelatihan dan kampanye partisipatif satu hari penuh. Bentuk kegiatannya meliputi pengelolaan pertanian modern, digitalisasi pemasaran produk pertanian. Selain itu kampanye petani muda sehat tanpa rokok, dan simulasi kreatif aksi komunitas petani muda.
Eko Priyono













