KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
InJourney Destination Management (IDM) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Magelang melakukan sosialisasi dan edukasi: Muda Berdaya Bebas Narkoba, kepada 300 pelajar dari 12 SMA di Kabupaten Magelang, Selasa (28/10/2025). Kegiatan dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda itu bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba serta mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan produktif di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur.
Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB), Mardijono Nugroho, mengatakan kegiatan itu bagian dari partisipasi perusahaan kepada generasi muda. Khususnya untuk membangun kesadaran perilaku hidup sehat, memperkuat integritas diri dan menciptakan lingkungan yang aman di kawasan pariwisata.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berperan aktif membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya hidup sehat, berintegritas dan berjiwa pemimpin. Agar tercipta lingkungan wisata yang aman dan positif,” kata Mardijono Nugroho saat membuka acara di Balkondes Agro Eduwisata Borobudur, itu.
Sosialisasi bertema: Peran Generasi Muda dalam Membangun Pariwisata Bebas Narkoba itu disampaikan oleh pemateri dari BNN Kabupaten Magelang. Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapat materi mengenai pengenalan jenis-jenis narkoba, tanda-tanda penyalahgunaan narkoba dan cara penanggulangannya. Acara juga dimeriahkan dengan beragam lomba antarsekolah, antara lain lomba poster, lomba yel-yel, dan lomba stand up comedy.
“Kami mendorong peserta untuk menjadi lebih sadar akan bahaya hukum dari penyalahgunaan narkoba dan memahami dampak luasnya terhadap keamanan dan ketertiban sosial. Peserta diharapkan bisa mengembangkan keterampilan, memiliki attitude dan aktivitas yang sehat. Hingga secara signifikan bisa mengurangi kemungkinan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan mendorong kehidupan yang lebih sehat dan positif,” lanjut Mardijono Nugroho.
Relevan
Corporate Secretary InJourney Destination Management, Destantiana Nurina, mengatakan bahwa program yang termasuk dari tanggung jawab sosial lingkungan itu relevan dan krusial dihadirkan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Komitmen itu telah dijalankan sejak tahun 2023, di mana IDM menandatangani nota kesepahaman pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di seluruh destinasi yang dikelolanya.
Terkait hal itu, destinasi Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mendapat gelar sebagai destinasi Bersinar, atau Bersih dari Narkoba, oleh BNN Provinsi Jawa Tengah di tahun 2024 lalu.
Menurut dia, relevansinya sangat erat dan krusial dengan pengembangan pariwisata Indonesia. Terutama dalam mewujudkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. “Jaminan keamanan di destinasi wisata yang bersih dari peredaran dan penyalahgunaan lebih terjaga, sehingga meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi yang sehat, ramah keluarga, dan beretika,” jelasnya.
Salah satu peserta Berdaya Bebas Narkoba, Laila Septi Rahmadani, mengatakan, sosialisasi itu penting diikuti oleh remaja seusianya. Terkadang timbul keinginan diri dan terbuai untuk mencoba hal-hal baru. “Peran sosialisasi ini menjadi bagian pencegahan untuk mencoba hal-hal negatif seperti narkoba,” katanya.
Menurut dia, setelah mendengar pemaparan itu membuka mata di mana sebagai pelajar, tantangannya bukan hanya tentang nilai ulangan, namun ada bahaya yang jauh lebih nyata dan bisa menghancurkan masa depan, yaitu narkoba.
“Kadang, remaja ingin mencoba hal-hal baru yang tidak diketahui oleh dirinya, karena berpikir itu sesuatu yang keren atau jalan pintas lari dari masalah. Tapi, setelah tahu dampak kesehatan dan hukumnya, semoga pemikiran remaja untuk mencoba ini langsung hilang,” harap siswi SMA I Muntilan, Magelang, itu.
Eko Priyono













