SEMARANG (SUARABARU.ID)– Sebanyak 275 tiket kuota menuju ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, akan diperebutkan 1.009 atlet dari cabang olahraga Atletik.
Mereka akan berlomba pada Grand Final dan Kejurprov Jateng, yang digelar di Stadion Trilomba Juang, Mugas, Semarang, Jumat-Minggu (24-26/10/2025) ini.
”Ini merupakan seri kedua Babak Kualifikasi. Nantinya akan dijaring 275 tiket yang bakal lolos ke Porprov 2026,” kata Sekretaris Panitia, Hermahayu, dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).
BACA JUGA: DPRD Kudus Perjuangkan Bantuan Bentor Sampah untuk Desa, Wujudkan Aspirasi Masyarakat
Dari Babak Kualifikasi Seri I, PASI Kabupaten/Kota di Semarang, sudah meloloskan beberapa atlet. Namun yang belum lolos, akan ditentukan pada Seri II ini, sehingga lengkap menjadi peserta Porprov 2026.
Kejurprov ini sendiri digelar Jumat (24/10/2025) mulai pukul 14.30 WIB, dengan melombakan Lari Gawang 400 Meter Putra-Putri, serta KU 16-18 Putra. Kemudian dilanjutkan Lompat Tinggi Putra-Putri, Lempar Cakram. Total pada hari pertama ini, diperebutkan 11 set medali.
Untuk hari kedua, Sabtu (25/10/2025), dimulai pukul 05.30 WIB, dengan melombakan nomor Jalan Cepat Putra 5.000 meter dan Putri 3.000 meter. Sesi pagi akan berlangsung sampai pukul 10.00 WIB. Lomba akan kembali dimulai pukul 14.30 WIB, dan selesai pukul 17.00 WIB.
BACA JUGA: Kanwil Ditjenpas Jateng Deklarasi Lapas-Rutan Bersinar, Bukti Perang Lawan Narkoba
Sementara itu, anggota Dewan Hakim Panitia, Budi Leksono menjelaskan, pihaknya merasa khawatir dengan cuaca di Kota Semarang saat perlombaan dimulai. ”Jalannya lomba akan terganggu, jika hujan turun dan lapangan tergenang air,” keluhnya.
Menurutnya, lomba lari di lintasan bisa tetap terselenggara, jika genangan air tidak melebihi mata kaki. Adapun yang di lapangan, gangguan bisa terjadi karena licin dan lapangan tergenang.
”Semoga kekhawatiran kita tidak terjadi, sehingga lomba lancar dan menghasilkan prestasi maksimal,” harapnya.
BACA JUGA: Komoditas Rempah Asal Tegal Diminati Pasar India
Lebih lanjut Budi menjelaskan, hingga saat ini PASI Jateng tetap optimistis lomba tergelar dengan aman. Karena itu, belum ada skenario tentang kelolosan atlet terganggu jika lomba tertunda atau batal.
”Tetapi PASI kan masih punya catatan prestasi atlet-atlet Jateng. Syarat terselenggaranya satu nomor pertandingan, misalnya 100 meter putra, minimal harus diikuti delapan atlet dari kontingen berbeda. Maka untuk menentukan kelolosan, kita ambil ranking satu hingga delapan, dan begitu seterusnya tiap nomor lomba,” paparnya.
Riyan













