BAWEN (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM), memberikan penyuluhan pembuatan nata dan diversifikasi produk olahan, di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang.
Pada kegiatan yang dilakukan Rabu (22/10/2025) itu, Tim PKM USM terdiri dari Ketua Erwin Nofiyanto SPd MSi, anggota Prof Dr Ir Haslina MSi, dan Aldila Sagitaning Putri SSi MSc.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program PKM yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM.
BACA JUGA: Mahasiswa Pariwisata USM Didorong Kembangkan Potensi Daerah lewat Penulisan Ilmiah
Menurut Erwin, kegiatan yang berlangsung di ruang praktik program keahlian Tata Boga dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) itu, diikuti puluhan siswa yang antusias mempelajari proses pembuatan nata dari bahan baku lokal, seperti air kelapa.
”Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali tidak hanya pengetahuan teoritis mengenai teknologi fermentasi sederhana, tetapi juga keterampilan praktis dalam membuat dan mengembangkan produk olahan nata yang bernilai ekonomi,” katanya.
Dalam penyuluhan itu, Erwin memaparkan materi tentang prinsip dasar fermentasi dan peran bakteri Acetobacter xylinum, dalam pembentukan nata. Sedangkan Prof Haslina memaparkan aspek gizi dan keamanan pangan dari produk nata, serta pentingnya menjaga higienitas selama proses produksi.
BACA JUGA: Tim PKM USM Beri Pelatihan Pengolahan Jagung di SMA Muhammadiyah 4 Kendal
Materi ditutup oleh Aldila Sagitaning Putri, yang memberikan inspirasi diversifikasi produk, seperti puding nata, dessert box, hingga minuman nata sebagai peluang usaha kreatif bagi siswa.
Kegiatan berlangsung interaktif, melalui sesi praktik langsung. Siswa belajar langsung mengolah nata de coco. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test, untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, yang menunjukkan hasil signifikan setelah kegiatan.
Erwin berharap, kegiatan itu dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang pengolahan pangan berbasis fermentasi, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan sekolah.
BACA JUGA: Prodi Ilkom USM Gelar Workshop Penulisan Ilmiah
”Potensi bahan baku lokal di Kabupaten Semarang sangat besar. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa, agar mampu mengolahnya menjadi produk yang bernilai tambah, dan layak jual. Contohnya diversifikasi air kelapa menjadi nata de coco,” ujarnya.
Kegiatan itu juga menjadi bukti komitmen USM, dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan pemberdayaan masyarakat, melalui inovasi teknologi pangan berbasis lokal, sekaligus memperkuat peran SMKN 1 Bawen, sebagai pusat pengembangan keterampilan pengolahan hasil pertanian di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Program Keahlian APHP SMKN 1 Bawen, Irvan Anas S.P Gr, menyambut baik kegiatan ini. Pihaknya berharap, kerja sama serupa dapat terus berlanjut.
”Materi yang disampaikan, sangat aplikatif dan relevan dengan dunia industri pangan. Siswa kami mendapat pengalaman langsung, yang bisa menjadi bekal penting di masa depan,” ungkapnya.
Riyan













