SEMARANG (SUARABARU.ID)– President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono mengatakan, peningkatan level pada event Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 memberi makna, Indonesia dipercaya dan mampu menjadi tuan rumah turnamen ini dengan level tertinggi, setelah Paralympic dan Kejuaraan Dunia.
Ajang ini juga merupakan satu-satunya turnamen para badminton di dalam kalender BWF, yang memberikan prize money kepada sang pemenang.
Seperti diketahui, pada tahun ini Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), meningkatkan status turnamen menjadi Grade 2 Level 1, dari sebelumnya Grade 2 Level 2. Selain itu, penyelenggara juga menambahkan total hadiah menjadi 15 Ribu Dolar AS, dari 10 Ribu Dolar AS di tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Pameran Turats Ulama Pekalongan Hadirkan 100 Kitab Karya Ulama dan Manuskrip Klasik
Ajang ini merupakan tahun keempat secara berturut-turut, Djarum Foundation memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Indonesia Para Badminton International. Sebuah hal yang membanggakan, karena tahun ini naik level menjadi Grade 2 Level 1.
”Peningkatan level ini tentunya juga disebabkan, Indonesia terbukti mampu memperlihatkan peningkatan kualitas turnamen secara keseluruhan, dari pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya,” kata Victor, seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/10/2025).
Disampaikan juga, peningkatan level ini juga diiringi dengan peta persaingan yang semakin memanas. Lantaran, sederet pemain terbaik dunia akan ikut berpartisipasi pada event yang akan dilangsungkan di GOR Indoor Manahan, Solo, Rabu-Minggu (29 Oktober-2 November 2025).
BACA JUGA: Pemkab Batang Salurkan Bantuan Alat Bantu untuk Disabilitas dan Lansia
Menurut dia, meningkatnya level turnamen ini akan membuat nuansa pertandingan semakin ketat dan menarik. Pihaknya juga menaruh harapan besar, turnamen ini akan menjadi pijakan bagi para atlet untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi di masa yang akan datang.
”Kami berharap, agar PIPBI 2025 berjalan lancar dan sukses, sehingga membawa kenangan manis bagi setiap individu yang berpartisipasi. Baik bagi para atlet, ofisial hingga seluruh pihak yang terlibat. Selamat bertanding, dan selalu junjung tinggi sportivitas,” kata Victor.
Sementara itu, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo mengungkapkan, pihaknya meyakini, teknologi bukan hanya tentang kecanggihan, tetapi kebermanfaatan dan inovasi.
BACA JUGA: Pemkab Jepara Gelar Peringatan Hari Santri Nasional, Mas Wiwit: Lawan Narasi Negatif Pesantren!
Dia menyebut, olahraga memiliki semangat yang sama dengan inovasi, karena keduanya menuntut ketekunan, semangat pantang menyerah, dan keyakinan untuk melampaui batas.
Pihaknya merasa terhormat, dapat mendukung penyelenggaraan event ini, sebagai sebuah ajang yang merepresentasikan keberanian, ketangguhan, dan semangat inklusif tanpa batas.
”Dukungan kami bukan sekadar partisipasi, melainkan bentuk nyata dari komitmen untuk mendukung kesetaraan, dan akses yang lebih luas dalam pentas olahraga. Semoga turnamen ini menjadi panggung bagi para atlet luar biasa, untuk menunjukkan keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan,” tegas Tekno.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Harga Beras di Batang Aman Terkendali
Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana PIPBI 2025, Rima Ferdianto menegaskan, turnamen ini menjadi ajang penting untuk perebutan poin menuju Paralympic Los Angeles 2028, serta persiapan menuju ASEAN Para Games ke-13.
Hal itu mengingat, status dari kejuaraan ini memiliki predikat Level 1. Oleh karenanya, diharapkan seluruh atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menorehkan poin tertinggi.
”Kami berharap, agar turnamen ini bermanfaat dalam mendukung atlet para badminton untuk terus berpartisipasi, dalam upaya mereka meraih mimpi tertinggi, di ajang Paralympic Los Angeles 2028 mendatang. Di samping itu juga, bisa menjadi persiapan sebelum mereka bertanding di ASEAN Para Games di Thailand, pada Januari 2026,” kata Rima.
BACA JUGA: Mbah Kaidi Wisudawan Terbaik dan Tertua Sekolah Lansia Bahagia Brebes
Pada bagian lain, sebagai salah satu andalan tim Indonesia, Leani Ratri Oktila, menyatakan siap kembali menunjukkan performa terbaiknya di ajang ini. Peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 itu, akan turun di tiga nomor, Tunggal Putri SL 4, Ganda Putri SL 3-SU 5 bersama Khalimatus Sadiyah, serta Ganda Campuran SL 3-SU 5 berpasangan dengan Hikmat Ramdani.
Dia menilai, peningkatan level turnamen tidak hanya membawa gengsi lebih besar, tetapi juga menambah tingkat kesulitan kompetisi, karena diikuti 24 negara dengan pemain-pemain unggulan dunia.
”Naiknya level turnamen menjadi Grade 2 Level 1, tentu sangat membanggakan bagi atlet para badminton Indonesia. Selain membuat kami semakin percaya diri karena bisa bertanding pada level tertinggi di negara sendiri, juga menjadi motivasi besar bagi atlet muda untuk terus berjuang, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tukas dia.
BACA JUGA: Wushu Jateng Ditarget Bisa Raih Lebih Dari 7 Medali Emas
Peningkatan level ini juga seiring dengan bertambahnya negara partisipan yang sebelumnya 10 negara, kini menjadi 24 negara. Negara yang hadir Australia, Azerbaijan, Belgia, Brazil, Cina, Chinese Taipei, Denmark, Mesir, Inggris, Prancis, Jerman, India, Italia, Malaysia, Nigeria, Peru, Singapura, Spanyol, Thailand, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Wales dan tuan rumah Indonesia.
PIPBI 2025 akan mempertandingkan 22 kategori yang meliputi sektor Tunggal Putra dan Putri masing-masing enam kategori, Ganda Putra empat kategori, Ganda Putri tiga kategori, dan Ganda Campuran tiga kategori dengan klasifikasi WH 1, WH 2, SL 3, SL 4, SU 5 dan SH 6.
Riyan













