blank
Manajer Tim Wushu Jateng, M Zaenuri, melepas kontingen yang akan bertanding pada PON Beladiri 2025, di Wisma Wushu Jateng. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Manajer Tim Wushu Jawa Tengah yang akan berlaga di PON Beladiri 2025, M Zaenuri berharap, anak-anak asuhnya bisa melebihi perolehan tujuh medali emas yang didapat saat tampil di PON XXI/2024 di Aceh-Sumatera Utara.

Cabor ini dijadwalkan akan mulai bertanding Jumat-Minggu (24-26/10/2025), di GOR Kaliputu Djarum Arena, Kabupaten Kudus. ”Kami minta doa restu kepada pengurus KONI dan masyarakat Jateng, agar harapan ini bisa terpenuhi,” Zaenuri, sebelum keberangkatan tim ke Kudus, Rabu (22/10/2025).

Kontingen wushu Jateng sendiri berkekuatan 37 atlet, terdiri dari 11 atlet nomor Sanda dan 26 atlet taolu. Jumlah itu menjadi yang terbesar bila dibanding dengan atlet provinsi lain. Mereka akan didampingi pelatih Herman Syah Monginsidi dan Muhammad Slamet.

BACA JUGA: Wanita Asal Wonogiri, Ditemukan Meninggal di Bendung Colo

Para peraih emas PON 2024 yang akan bertanding di Kudus di antaranya, Alexandra Calista Setiawan (Taijiquan Putri), Bayu Peni Hendrasswari (Sanda/48 kg Putri), Tharisa Dea Florentina (Sanda/52 kg Putri), Gita Ariesta (Sanda/56 kg Putri), Thania Kusumaningtyas (Sanda/60 kg Putri), Yusuf Widiyanto (Sanda/56 kg Putra) dan Puja Riyaya (Sanda/75 kg putra).

Meskipun meraih 7 emas, 3 perak dan 3 perunggu di PON lalu, Jateng hanya menempati posisi 3 Besar. Juara umum diraih Jawa Timur, dengan perolehan 7 emas, 9 perak, dan 5 perunggu.

”Nanti di Kudus pun akan terjadi persaingan sengit antara Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Karena itu, kami tidak menargetkan juara umum, mengingat persaingan dengan provinsi lain ketat. Maka kami hanya berharap meraih medali lebih banyak dari PON 2024 lalu,” harap Zaenuri.

BACA JUGA: Peringatan HSN di Wonosobo, Ratusan Santri Kirab Bendera Sepanjang 1 Kilometer

Kontingen Wushu Jateng yang berangkat dilepas Ketua Harian Pengprov WI Jateng, Sudarsono, dalam upacara sederhana di Wisma Wushu, Jalan Marina, Semarang. Dalam kesempatan itu dia berpesan, agar para atlet tampil all out, tanpa memperdulikan level kejuaraan.

”Saya rasa bobot PON Beladiri tetap tinggi. Jadi kalian harus tampil dengan semangat tinggi,” tegasnya.

Disampaikan juga, dari atlet yang diterjunkan itu, komposisinya 70 persen atlet lapis kedua, dan sisanya 30 persen atlet senior. Hal itu dilakukan, guna mempertahankan prestasi yang diraih, sekaligus melakukan regenerasi.

”Kami tetap harus menjaga prestasi yang selama ini kami raih. Namun regenerasi tetap menjadi hal penting untuk dilakukan, agar tidak terjadi gap dengan atlet senior,” paparnya.

Riyan