SUKOHARJO (SUARABARU.ID) – Seorang wanita, Rabu (22/10/25), ditemukan meninggal di perairan Bendung Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Ngunter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Polisi menyatakan, dia berinisial S (64), warga asal Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.
Temuan wanita tewas mengapung di perairan Bendung Colo tersebut, sempat menggemparkan warga masyarakat. Itu ditemukan secara tidak sengaja, mengapung bersama serasah sampah yang terbawa arus Sungai Bengawan Solo.
Oleh Petugas Perum Jasa Tirta (PJT) yang mengelola Bendung Colo, temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Nguter. Menyikapi laporan ini, Kapolsek Nguter AKP Maryadi bersama petugas piket, kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Selanjutnya, polisi bersama relawan Search And Rescue (SAR) Kabupaten Sukoharjo, petugas PJT Bendung Colo dan Perangkat Desa, mengevakuasi mayat perempuan yang mengapung tersebut. Untuk selanjutnya, dibawa ke RSUD Ir Soekarno Kabupaten Sukoharjo.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis rumah sakit, tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan pada jenazah korban. Hasil pemeriksaan, menyimpulkan, S meninggal karena mengalami kecelakaan air. Ini didukung bukti perutnya membesar kembung karena kemasukan air. Berkaitan ini, polisi kemudian menghubungi pihak keluarganya di Wonogiri, untuk datang ke RSUD Ir Soekarno Kabupaten Sukoharjo.
Kepada awak media, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Nguter AKP Maryadi, menyatakan, pihak keluarga telah menerima itu sebagai musibah, dan menolak jenazah korban untuk dioutopsi. Usai pemeriksaan, mayat korban kemudian dibawa keluarganya ke Wonogiri, untuk dimakamkan.
Penyebab dia meninggal dan mengapung di perairan Bendung Colo, masih dalam penyelidikan petugas. Ada dugaan, dia merupakan korban hanyut dari arah hulu. Bendung Colo, merupakan bendung pembagi irigasi air lepasan dari Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Lokasinya berada di 11 Kilometer (KM) arah hilir Waduk Gajahmungkur.(Bambang Pur)













