SEMARANG (SUARABARU.ID)- Sebanyak 20 UMKM kuliner khas Magelang, disiapkan panitia penyelenggara lomba lari internasional Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11/2025) mendatang.
Mereka merupakan tenant yang telah dikurasi dari 124 UMKM, dan mengikuti program ‘Pawone Sinau Jilid 2’, di Hotel Grand Artos, Magelang, Rabu (15/10/2025) lalu. Sebelumnya seri pertama digelar di RM Progosari, Srowol, Magelang, pada September lalu.
Pawone Sinau merupakan agenda pre-event Borobudur Marathon (BorMar), yang selama ini didesain bagi para pelaku UMKM terpilih, untuk mendapatkan dynamic classes dan workshop dari tim Bank Jateng, chef mentor berpengalaman dari Plataran Borobudur dan Puri Asri, serta pembicara dari para partner.
BACA JUGA: Hujan di Mangsa Kalima, Pancuran Mas Sumawur Ing Jagad
”Kami mengkurasi seratusan UMKM, layaknya audisi artis. Kita datangi, lihat kualitas produknya, kemasannya, cicipi rasanya, higienis apa nggak, dan lain-lain. Hingga akhirnya tersaring menjadi 20 UMKM, untuk mengikuti Pawone Sinau Jilid 2 ini. Mereka memproduksi makanan berat, ringan, dan minuman,” kata Anggota Komite Borobudur Marathon, Sri Aswito Zainul, saat dihubungi Selasa (21/10/2025).
Menurut dia, tujuan besar Pawone Sinau Jilid 2 yang menghadirkan Chef Plataran Borobudur Muhammad Iqbal Batubara dan Chef Puri Asri Indah Suprapti ini, memiliki tujuan besar, yaitu sebagai instrumen agar UMKM mampu naik kelas, dengan memberikan nilai tambah terhadap perkembangan ekonomi, dan memperkenalkan potensi kuliner Magelang ke tingkat Nasional dan internasional.
Selama pembekalan ini, peserta mendapatkan materi dari para chef, di antaranya tentang Plating atau proses menata dan mendekorasi makanan, sehingga terlihat lebih memikat. Selain itu, materi tentang aspek Go Green, yang menyangkut bahan baku yang ramah lingkungan.
BACA JUGA: Prestasi Membanggakan Pelajar Blora, 118 Siswa SMP Raih Juara di 4 Ajang Sepanjang 2025
Mereka juga mendapatkan materi Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Marketing. Dengan materi ini, pelaku UMKM kuliner diharapkan bisa menghitung variabel produksi, sehingga bisa menjual dengan harga yang pantas, dan menggunakan transaksi digital.
Sejumlah tenant terkenal di Magelang, mengikuti kegiatan ini. Di antaranya, Sop Empal Pak Gimbal, Kedai Tahu Susur Mendoan, Warung Cobek Kupat Tahu, Pati Aren Borobudur, Sup Senerek Bu Tutik, Jamur Borobudur, Bebek Domangap, dan Omah Singkong Borobudur.
”Lewat Pawone Sinau ini, kami juga mengajak UMKM untuk tetap menjaga warisan budaya, berupa makanan dan minuman khas lokal. Meskipun ada kombinasi, tapi nilai lokalnya harus dilestarikan,” ungkap Aswito, yang juga Manager Event Kompas itu.
BACA JUGA: TMMD Sengkuyung di Blora Bangun Jalan Makadam Hubungkan 2 Desa di Kunduran
Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An sangat berharap, kegiatan Borobudur Marathon tidak hanya bercerita tentang prestasi pelari, gaya hidup sehat, menggeliatnya sektor pariwisata saja, namun bagaimana event ini menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Magelang.
Dia juga sangat mengapresiasi kegiatan Pawone Sinau, sebagai inkubator bagi UMKM di Magelang agar mereka lebih kreatif, berkembang secara bisnis, dan produknya dikenal di mana-mana.
”Borobudur Marathon hadir untuk memberikan dampak yang luas. Baik itu prestasi anak negeri, investasi, tingkat kunjungan wisatawan, hunian hotel, homestay hingga naik kelasnya UMKM,” tandasnya.
Riyan













