blank
Anggota DPR RI komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto saat memberikan sosialisasi terkait Bangga Bencana di Aula Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Foto: dok Tya Widya/SB/

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto, mendorong masyarakat Desa Banjarejo untuk terus mendukung dan menyukseskan Program Bangga Kencana (Bangga Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga).

Hal itu dikatakan Edy Wuryanto dalam kegiatan yang digagas oleh BKKBN Provinsi Jawa Tengah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Jumat (16/10/2025).

Melalui sosialisasi yang berlangsung hangat, Edy menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Banjarejo ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Bambang Supriyanto. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Edy Wuryanto atas kesediaannya hadir di tengah masyarakat.

BACA JUGA : Ketika Jepara Menjadi Pusat Warisan Budaya dan Kreativitas Nusantara

Bambang menuturkan, masyarakat Banjarejo telah berkomitmen menjalankan program Kampung KB secara aktif.

“Kami selalu berupaya mendukung keberhasilan program KB di desa kami,” ujar Bambang Supriyanto.

Dalam sambutannya, Edy Wuryanto mengapresiasi dukungan penuh BKKBN Pusat yang telah memfasilitasi kegiatan, termasuk penyediaan hadiah dan konsumsi bagi peserta.

Edy kemudian menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan keluarga.

Ia menekankan bahwa kesejahteraan keluarga tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga pada pola pikir dan tanggung jawab orang tua.

“Sehat itu bukan hanya soal tubuh, tapi juga pikiran dan tanggung jawab. Bapak-bapak jangan hanya bisa menghamili, tapi juga wajib memberi nafkah dan dukungan bagi istri agar bisa membeli makanan bergizi,” tegas Edy di hadapan peserta sosialisasi.

Politisi dari PDIP Dapil Jawa Tengah III itu juga mendorong masyarakat Grobogan untuk mengembangkan potensi lokal, terutama di sektor peternakan ayam petelur.

Ia mencontohkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan sekitar 130 ribu butir telur per hari.

Menurut Edy, kebutuhan itu seharusnya dapat dipenuhi oleh peternak lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

“Saya ingin bahan pangan yang masuk ke dapur berasal dari peternak dan petani Grobogan, agar hasilnya kembali untuk masyarakat Grobogan sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edy juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan ketahanan mental bagi anak-anak.

Ia menilai keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang tangguh menghadapi tantangan hidup.

blank
Keceriaan para peserta yang berhasil mendapatkan doorprize karena dapat menjawab pertanyaan yang diberikan Edy Wuryanto. Foto: Tya Widya/SB/

“Anak-anak harus dibekali semangat pantang menyerah dan mandiri. Orang tua harus selalu ada di belakang mereka, mendukung tanpa menyalahkan,” pesan Edy.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Grobogan, Indartiningsih, menyoroti masalah pernikahan dini yang masih terjadi di wilayahnya.

Ia menjelaskan bahwa pernikahan di bawah usia 19 tahun berisiko menimbulkan berbagai persoalan, termasuk kesehatan dan ekonomi keluarga.

“Pernikahan dini sering berujung pada stunting dan perceraian. Karena itu, mari kita dorong anak-anak menikah saat sudah siap secara fisik dan mental, minimal usia 21 tahun bagi perempuan,” kata Indartiningsih.

Ia juga memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, menyusui, serta balita non-PAUD. Program tersebut diharapkan dapat menekan angka stunting di Grobogan.

Narasumber lain, Iwan Dwi Antoro, Ahli Muda KKB BKKBN Jawa Tengah, menegaskan bahwa hidup perlu direncanakan, termasuk dalam hal membentuk keluarga.

Ia mengingatkan agar jarak antara anak pertama dan kedua idealnya dua tahun untuk menjaga kecukupan ASI dan mencegah dua balita dalam satu keluarga.

Menurut Iwan, perbaikan gizi menjadi kunci utama menurunkan angka stunting.

Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak konsumsi protein hewani seperti telur dan ikan lele yang mudah dijangkau.

“Anak yang cukup gizi akan tumbuh cerdas dan kuat,” tuturnya.

Selain fokus pada anak, Iwan juga menyinggung pentingnya pemberdayaan lansia melalui program Lansia Berdaya, agar warga lanjut usia tetap produktif dan mandiri.

BACA JUGA : Karimunjawa Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari warga Banjarejo. Peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan keluarga, kesehatan, serta ekonomi rumah tangga.

Dalam sosialisasi tersebut juga diberikan pertanyaan berhadiah untuk para peserta yang berhasil menjawab soal dari Edy Wuryanto.

Mereka yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, berhak mendapatkan hadiah, seperti sepeda yang sudah disiapkan oleh penyelenggara.

TYA WIDYA