blank
Para guru mengikuti workshop bertajuk Game Based Learning di Aula Kantor Disdikbud, Kamis (16/10/2025). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen menyelenggarakan workshop bertajuk Game Based Learning (GBL) yang diikuti oleh 100 kepala sekolah SD dan SMP.

Kegiatan digelar di Aula Kantor Disdikbud Sragen bekerja sama dengan Nyalanesia, Kamis(16/10/2025). Para peserta terlihat antusias.

Hal itu bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi pendidik dalam menggunakan metode pembelajaran yang akrab dengan keseharian peserta didik. Nyalanesia adalah start up pengembang program literasi sekolah terpadu di Indonesia.

​Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikbud Sragen, M. Farid Wadji, menyampaikan bahwa penggunaan game based learning ini dinilai relevan mengingat anak didik saat ini sudah sangat akrab dengan gawai (gadget).

​“Workshop game based learning ini penting untuk menambah pengetahuan bagi anak didik,” ungkapnya.

Di Sragen sendiri, lanjut Farid sudah ada yang menggunakan metode game di gawai untuk pembelajaran bagi siswa.

​Farid menambahkan, karena gawai sudah menjadi bagian dari keseharian siswa, inisiatif guru untuk menggunakannya dalam pembelajaran sangat terbuka lebar. Hal itu sangat memungkinkan.

blank
Para guru mengikuti workshop bertajuk Game Based Learning di Aula Kantor Disdikbud, Kamis (16/10/2025). Foto: Anind

​Terpisah, pengisi workshop dari Nyalanesia, Akbar Bagus Wicaksono, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 100 kepala sekolah dari SD dan SMP di Sragen.

​Akbar tidak memungkiri saat ini anak-anak banyak bersinggungan dengan game. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi game tertentu yang memiliki muatan edukasi menjadi solusi yang efektif untuk pembelajaran.

​“Saat ini anak-anak banyak yang bersinggungan dengan game. Aplikasi game yang menggunakan muatan edukasi bisa dimanfaatkan.

Dikatakan game based learning ini memiliki potensi besar dan dapat diperuntukkan bagi siswa dari jenjang SD hingga SMA. Diharapkan, metode ini dapat membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih menarik dan interaktif bagi peserta didik.

Saat workshop, langsung dipraktikkan penggunaan metode yang dapat membuat proses belajar- mengajar menjadi lebih menarik.

Anind