blank
Pondasi rumah kos-kosan bertingkat dua ambrol, meninggalkan lubang growong menganga. Material ambrolannya, menyumbat alur Kali Cubluk.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Dampak dari adanya hujan deras, menjadikan pondasi rumah kos-kosan bertingkat dua ambrol. Material ambrolannya, menyumbat alur Kali Cubluk di Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Warga yang bermukim di sisi selatan (Lingkungan Kaloran) dan sisi utara (Lingkungan Cubluk) alur Kali Cubluk, khawatir bila turun hujan deras susulan, akan memunculkan bencana banjir. Sebab alur kali tersumbat oleh material ambrolan. Pada hal setiap kali turun hujan deras, Kali Cubluk mengalir deras, karena mendapatkan limpahan air dari sisi timur lereng perbukitan Gunung Gandul.

Bila terjadi hujan susulan, juga dikhawatirkan akan berdampak pada volume yang ambrol makin meluas. Menjadikan bangunan rumah kos-kosan bertingkat dua tersebut, akan mengalami kerusakan yang semakin parah. Dampak dari ambrolnya pondasi, telah menjadikan rumah kos-kosan terlihat mulai miring.

Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, Kamis (16/10/25), menyatakan, telah menerima laporan kejadian tersebut. Babinsa Kelurahan Giritirto telah melakukan peninjauan ke lokasi, bersama aparat Kelurahan Giritirto.

Peninjauan ke lokasi juga melibatkan Alfan dari Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Rumah kos-kosan tersebut milik Ny Srie Sulastri Mahfuszah (44). Sehari-harinya, rumah kos-kosan Adi Putra ini, dikelola oleh Manajer Wakijan (58).

Yitno, pengusaha Omah Iwak yang berada di dekatnya, menyatakan, ambrolnya pondasi berlangsung Rabu malam (15/10/25). Sejak itu, memunculkan pergerakan secara pelan, yang menyebabkan bangunan balkon di sisi selatan rumah kos-kosan tersebut, kini terlihat miring.

Memanjang

Suwarto, Ketua RT 01/RW 04 Lingkungan Cubluk, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, menaksir, volume ambrol memanjang sekitar 15 Meter (M) dengan tinggi bervariasi 3 sampai 4 M. Bagian yang ambrol, berada pada posisi selatan memanjang dari barat ke timur.

Musibah ambrolnya pondasi rumah kos-kosan bertingkat dua ini, diawali Rabu malam (15/10/25) Pukul 21.00. Salah seorang penghuni kamar kos, Afit Ilham, mendengar suara dan getaran di bagian bawah samping selatan. Tidak tahunya, ternyata itu bagian dari kejadian ambrolnya pondasi rumah kos-kosan yang berada di bawah balkon.

Pukul 23.00, Manajer rumah kos-kosan, Wakijan, mendapat laporan dari penghuni kos, Samsul, bahwa ada bencana longsor di bawah gedung kos-kosan. Kejadian ini, segera dilaporkan ke pemilik dan kepada Suwarto selaku Ketua RT 01/RW 04 Lingkungan Cubluk.

Bersama dengan Ketua RW 04, Slamet Rahardjo, dilakukan pengecekan ke lokasi, dan menemukan ada bagian pondasi yang ambrol. Kamis pagi (16/10/25), Tim dari Kelurahan Giritirto yang melibatkan personel Babinsa dan Alfan dari Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Wonogiri, datang melakukan peninjauan.

Demi pertimbangan keamanan, sebanyak 11 kamar kos yang berada di sisi selatan, memanjang dari barat ke timur, kemudian dikosongkan. Tindakan sementara, bagian pondasi yang menggantung, akan ditopang dengan bambu. Penanganan lebih lanjut, menunggu rekomendasi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).(Bambang Pur)